Connect with us

USM News

Waspada! Kebakaran TPA Troketon Klaten Berhasil Dipadamkan Tim Gabungan

Published

on

Semarang (usmnews) – Kebakaran TPA Troketon Klaten kembali terjadi dan memicu perhatian serius dari pemerintah daerah setempat. Api yang membakar tumpukan sampah di Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) Troketon, Desa Troketon, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, akhirnya berhasil dijinakkan setelah tiga jam proses pemadaman intensif oleh tim gabungan. Insiden ini menambah daftar panjang kasus kebakaran di wilayah Klaten selama musim kemarau ekstrem yang melanda hampir seluruh wilayah Indonesia akhir-akhir ini.

Proses pemadaman si jago merah dilakukan sejak pukul 12.30 WIB oleh tim gabungan yang terdiri dari regu Pemadam Kebakaran (Damkar) Klaten, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), aparat Polsek Pedan, serta dukungan armada tambahan berupa satu unit tangki air dari Kecamatan Juwiring. Kepanikan sempat terjadi mengingat lokasi kebakaran dipenuhi material kering yang mudah terbakar. Keseriusan penanganan insiden ini terbukti dengan turun tangannya Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, secara langsung ke lokasi kejadian untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak merambat ke kawasan permukiman warga sekitar.

Penanganan Cepat Kebakaran TPA Troketon Klaten oleh Tim Gabungan

3 Jam Terbakar, Api di TPA Troketon Klaten Akhirnya Padam

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, Bupati Hamenang tidak datang sendirian. Ia tampak didampingi oleh sejumlah pejabat penting, antara lain Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Joko Purwanto, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Syahruna, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Suryanto, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Para pejabat tingkat daerah ini meninjau langsung area yang dilalap api guna mengevaluasi sistem keamanan serta kecepatan penanganan bencana di lokasi pembuangan sampah tersebut.

Petugas gabungan tampak berjibaku menyemprotkan air dan melokalisasi titik api hingga sekitar pukul 15.00 WIB. Setelah berjuang keras di tengah cuaca yang terik, kepulan asap tebal dan api yang membakar zona landfill 1 di sisi barat TPA akhirnya tidak terlihat lagi. Keberhasilan pemadaman cepat ini tak lepas dari koordinasi yang terjalin baik antarinstansi di wilayah Kabupaten Klaten.

Bupati Hamenang menjelaskan bahwa dari hasil pengecekan sementara tim di lapangan, kebakaran diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Titik api difokuskan berada di area zona landfill 1, yang menurut catatan pemerintah daerah sebenarnya sudah masuk kategori pasif atau tidak lagi digunakan untuk membuang timbunan sampah baru.

“Landfill 1 uniknya bukan landfill pasif biasa, tapi landfill yang sudah lama pasif. Sehingga kemungkinan kecil terjadi titik api dengan suhu yang tinggi dari pembusukan dalam, tapi ya kita tidak tahu pasti, realitasnya kebakaran tetap terjadi,” terang Hamenang kepada para wartawan saat memberikan keterangan pers di lokasi kejadian pada Selasa (1/9/2026).

Ancaman Cuaca Panas dan Imbauan Kewaspadaan

TPA Troketon Klaten Kembali Terbakar, Diduga Akibat Rambatan Pembakaran  Lahan Warga - Radar Solo

Lebih lanjut, Hamenang menuturkan bahwa berkat kolaborasi dan respons cepat berbagai stakeholder, kobaran api bisa segera tertangani dan tidak melebar luas seperti kasus kebakaran lahan pada umumnya. Mengingat Kebakaran TPA Troketon Klaten ini bukanlah insiden yang pertama kali terjadi, pemerintah daerah sangat berharap agar masyarakat luas juga ikut berperan aktif menjaga lingkungan agar bencana serupa tidak terulang kembali di masa depan.

“Harapan kita, nyuwun tulung (minta tolong) masyarakat mari kita jaga bareng-bareng. Di situasi kemarau yang sangat kering seperti sekarang ini, janganlah usil atau melakukan tindakan ceroboh yang bisa memunculkan risiko kebakaran yang jauh lebih besar,” tegas Hamenang memberikan imbauan keras kepada warganya.

Menurut pengamatan Bupati Hamenang, saat ini hampir seluruh wilayah Indonesia sedang dilanda fenomena cuaca panas yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran secara drastis. Ia menyebutkan bahwa di Klaten sendiri, jumlah laporan yang masuk terkait insiden amukan si jago merah dalam kurun waktu beberapa minggu terakhir sangatlah tinggi dan memprihatinkan.

“Tiga minggu terakhir banyak terjadi kebakaran nggih di Kabupaten Klaten. Baik itu kebakaran lahan kosong, pabrik industri, sampai dengan kebakaran rumah warga. Maka dari itu, ini menunjukkan pentingnya kita semua untuk saling menjaga dan waspada bersama-sama,” lanjut Hamenang menjabarkan urgensi kewaspadaan sosial.

Bupati Hamenang juga menyebutkan bahwa estimasi luasan area TPA yang terdampak kebakaran kali ini mencapai sekitar 200 meter persegi. Terkait dengan pemicu utama munculnya api, pihaknya mengaku belum bisa memastikan penyebab pastinya dan tidak ingin berspekulasi.

“Kita tidak bisa menduga-duga, tapi kalau dilihat ini adalah area landfill yang sudah tidak aktif, artinya tidak ada sampah baru di sana. Saya tidak bisa mengambil kesimpulan sekarang, tapi harapan kami ke depannya tidak ada lagi oknum-oknum yang usil dan memicu api,” imbuhnya penuh harap.

Kesaksian Petugas TPA Terkait Kemunculan Api

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Klaten, Suryanto, menambahkan informasi teknis bahwa proses pemadaman dan pendinginan sisa bara api dinyatakan selesai sepenuhnya pada pukul 15.00 WIB. Ia membenarkan bahwa titik api awal terdeteksi berada di bagian pinggir dari zona landfill 1.

“Titik api awal terpantau jam 12.00 WIB di bagian pinggir zona landfill 1. Namun, kita saat ini belum bisa menemukan penyebab pasti kebakaran. Yang jelas, titik api berada di titik-titik terluar zona landfill 1, bukan bermula dari tengah tumpukan sampah,” jelas Suryanto melengkapi penjelasan dari Bupati.

Sebagai informasi tambahan, lokasi area yang terbakar ini tidak bisa langsung terlihat dari jalan raya akses TPA karena posisinya berada tepat di balik timbunan tumpukan sampah yang menjulang setinggi sekitar 10 meter. Warga dan pengguna jalan dari kejauhan hanya bisa melihat kepulan asap pekat yang membubung ke langit.

Kesaksian dari salah satu petugas lapangan TPA Troketon, Toni, menyebutkan bahwa sebelum kebakaran membesar di dalam TPA, terlihat ada aktivitas pembakaran di luar pembatas area. “Kejadian sekitar pukul 12.00 WIB tadi saat masuk waktu Zuhur. Memang ada yang membakar semak-semak, tapi lokasinya di luar pagar TPA,” ungkap Toni saat diwawancarai di lokasi kejadian.

Toni menduga bahwa sisa percikan api merambat dari pojok zona TPA yang dibatasi oleh pagar dengan lahan kosong milik warga. Sebelum kobaran membesar, para petugas TPA sempat mencoba memadamkan api tersebut secara mandiri menggunakan peralatan penyemprot air yang ada. “Tadi sempat disemprot dengan unit tangki kecil operasional kita, tapi karena apinya cepat merambat, upaya itu tidak mampu menahan,” pungkasnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Secret Link