Connect with us

Nasional

Harga Telur dan Ayam Pasar Rumput Kembali Normal Efek Program MBG

Published

on

Semarang (usmnews) – Komoditas pangan utama di ibu kota kembali menunjukkan tren pemulihan pasokan dan harga jual di tingkat pedagang retail. Para pedagang di wilayah Jakarta Selatan mengonfirmasi bahwa harga telur dan daging ayam kini perlahan merangkak naik menuju kisaran wajar.

Perkembangan positif ini terjadi seiring masuknya tahun ajaran baru serta berjalannya kembali program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk pelajar. Oleh sebab itu, pemulihan harga telur dan daging ayam ini memberikan angin segar bagi kestabilan usaha para peternak lokal.

Pengaruh Program MBG Terhadap Pemulihan Komoditas Pangan di Pasar Rumput

Harga Telur Ayam Ras Hari Ini | Ardhi Borneo Gemilang

Aktivitas belajar mengajar sekolah secara langsung memicu peningkatan permintaan bahan pangan protein hewani dalam jumlah besar setiap hari. Di samping itu, para pedagang di Pasar Rumput mengakui peranan penting program pemerintah tersebut sebagai penopang utama harga.

Zabani, seorang pedagang komoditas pangan, mengungkapkan kondisi harga dagangannya yang kini sudah berangsur membaik dari pekan lalu. “Masih kayak biasa Rp28.000 per kg. Iya sudah mulai naik, kan kemarin saya jual Rp25.000 per kg, anjlok kalau itu, kasihan peternaknya. Tapi ini sudah balik normal,” kata Zabani.

Selanjutnya, kelancaran distribusi dari peternak membuat pedagang dapat melepas stok barang dengan harga yang wajar dan terjangkau. Dengan demikian, dinamika rantai pasok pangan nasional kembali bergerak stabil tanpa merugikan pihak manapun.

“Benar. Pas MBG libur itu harga beneran langsung terjun. Jarang-jarang banget saya jual sampai Rp25.000 (per kg). Pernah satu hari tuh Rp24.000 (per kg). Parah pas itu,” tutur Zabani.

Pedagang lain bernama Husein juga mematok tarif jual serupa untuk setiap kilogram komoditas protein tersebut. “Iya sudah mulai naik lagi sejak anak sekolah masuk, kemarin pas MBG libur sempet saya jual Rp27.000-Rp28.000 (per kg),” kata Husein.

Kenaikan Harga Daging Ayam Potong Memberi Angin Segar Bagi Peternak

Harga daging ayam pasar tradisional di Jayapura naik Rp2.500 per Kg -  ANTARA News Papua - Berita Terkini Papua

Penjualan Daging ternak potong di lapak pedagang pasar tradisional juga memperlihatkan tren peningkatan omzet yang sangat menggembirakan. Maka dari itu, harga jual unggas utuh maupun potongan fillet kini kembali menyentuh level ekonomisnya.

Rita, seorang penjual ayam potong, membeberkan variasi harga komoditas unggas sesuai ukuran bobot karkas yang ia tawarkan. “Ada yang Rp30.000, Rp35.000, Rp40.000, Rp45.000, sampai Rp50.000 (per ekor) ada,” jelas Rita saat menerangkan patokan tarif dagangannya.

Alhasil, pemulihan tarif ini menyelamatkan sektor usaha ternak rakyat dari bahaya kerugian operasional yang terus membengkak. Langkah penyerapan bahan pangan melalui sekolah-sekolah menjadi kunci vital penyeimbang daya beli masyarakat.

“Ayam fillet dada tanpa tulang kemarin sampai Rp35.000 sekilo, sekarang Rp53.000 sekilo. Jauh banget kan,” pungkas Rita.

Stabilisasi Pasokan Bahan Pangan Protein Hewani di Tingkat Konsumen

Kondisi pasokan barang di lapak-lapak pedagang kini terjamin aman tanpa adanya gangguan distribusi yang berarti dari daerah pemasok. Kemudian, respon positif pedagang menandakan iklim perdagangan pasar tradisional sudah membaik sepenuhnya.

Rohim, pedagang ayam lain di lokasi tersebut, turut mengaminkan penurunan kerugian pasca-liburan sekolah berakhir. “Sudah balik normal. Saya jual rata-rata yang 1,5 kg itu sudah Rp48.000 per ekornya,” ungkap Rohim secara optimistis.

Akhirnya, pemulihan rantai distribusi ini membuktikan bahwa program bantuan pangan nasional efektif menjaga keseimbangan pasokan dan tingkat harga pasar.