Nasional
Otoritas Vulkanologi Terbitkan Peringatan Dini Bencana Lahar Hujan dan Banjir Bandang di Sitaro

Semarang (usmnews) – Gunung Karangetang Sulut alami erupsi pada Minggu malam tepat pukul 19.13 Wita. Secara spesifik, bencana alam ini melanda wilayah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro atau Sitaro. Oleh karena itu, otoritas meminta masyarakat di sekitar bantaran sungai agar wajib bersiaga penuh. Bahkan, aliran sungai tersebut memiliki hulu yang tersambung langsung dari area puncak kawah gunung berapi. Peringatan ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang susulan. Bencana sekunder tersebut dapat mengalir deras hingga mencapai kawasan pesisir pantai.
Dalam hal ini, Petugas Pos Pengamatan Gunungapi Karangetang Vieko Kristianse Rompas menyampaikan peringatan penting ini. Media Kompas.com turut merilis laporan resmi tersebut kepada publik pada hari Senin ini. Selanjutnya, petugas meminta warga dan pengunjung segera mematuhi larangan mendekati area kawah aktif. Mereka juga tidak boleh melakukan aktivitas pendakian dalam zona prakiraan bahaya. Dengan demikian, tim mitigasi bencana daerah dapat meminimalkan risiko jatuhnya korban jiwa.

Penetapan Zona Bahaya Radius Kawah Saat Gunung Karangetang Sulut Alami Erupsi
Sebagai informasi, pihak berwenang menetapkan zona prakiraan bahaya pada radius 1,5 kilometer. Petugas menarik batas jarak ini dari puncak Kawah Dua dan Kawah Utama bagian selatan. Selain itu, petugas menerapkan area perluasan sektoral sejauh 2,5 kilometer ke arah selatan barat daya. Langkah ini berfungsi penuh untuk mewaspadai ancaman guguran lava dan awan panas. Bahaya vulkanik tersebut bisa mengancam keselamatan warga sewaktu-waktu tanpa peringatan awal.
Faktanya, kondisi material lava sisa letusan sebelumnya tergolong rapuh dan sangat mudah runtuh. Potensi longsoran panas ini terutama mengarah ke sektor selatan, tenggara, barat, dan barat daya. Sementara itu, instrumen seismogram berhasil merekam getaran vulkanik letusan dengan sangat jelas. Berdasarkan data, rekaman tersebut menunjukkan kekuatan amplitudo maksimum mencapai angka 50 mm. Erupsi ini berlangsung dalam durasi lebih kurang 2 menit 33 detik.

Laporan Jarak Luncuran Lava Pijar dan Pemantauan Visual dari Pos Petugas
Lebih lanjut, Vieko melaporkan adanya peristiwa lontaran lava pijar dari puncak kawah utara. Tinggi lontaran material panas tersebut menyentuh angka lebih kurang 100 meter ke udara. Selanjutnya, lontaran pijar ini meluncur sejauh lebih kurang 300 meter ke arah selatan barat daya. Kejadian ini memicu peningkatan pengawasan visual secara berkala dari pos pengamatan setempat demi menjaga akurasi data lapangan.
Petugas juga memantau luncuran lava ke arah selatan sejauh 700 hingga 1.000 meter. Kemudian, aliran lava menuju barat barat daya mencapai 400 meter dari pusat kawah. Arah utara barat laut menjadi lokasi terjauh dengan jarak luncuran menyentuh angka 1.000 meter. Pada akhirnya, tim penyelamat akan terus memakai data harian ini sebagai acuan utama dalam menentukan langkah evakuasi warga.







