Nasional
Dinkes Kotim Bagi Masker Gratis Antisipasi Dampak Kabut Asap Karhutla

Semarang (usmnews) – Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur terus menggiatkan penyaluran masker secara gratis kepada warga Sampit. Dinkes Kotim bagikan masker gratis cegah dampak kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan. Petugas membagikan masker sejak pukul enam pagi di empat titik persimpangan jalan utama. Pemilihan waktu pagi ini menyasar warga yang hendak berangkat kerja serta anak sekolah.
Langkah pencegahan ini berfokus pada upaya menekan lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut. Petugas membagikan seratus kotak masker anak serta empat puluh kotak masker dewasa dalam setiap aksi. Kepala Bidang P2P Dinkes Kotim, Nugroho Kuncoro Yudho, menjelaskan alasan utama aksi lapangan ini. “Ini merupakan bagian dari upaya menekan dampak kesehatan akibat kabut asap, terutama meningkatnya risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), sekaligus membangun kesadaran masyarakat untuk selalu mengenakan masker ketika berada di luar rumah,” ujar Nugroho Kuncoro Yudho.

Pembagian Masker Gratis Cegah Dampak Kabut Asap di Sampit
Penyaluran masker secara langsung ini menyasar pengguna jalan yang melintas di pusat kota. Petugas menempati area kawasan Islamic Center Sampit serta tiga persimpangan jalan strategis lainnya. Lokasi tersebut mencakup simpang Tjilik Riwut-Tidar, simpang Ahmad Yani-HM Arsyad, dan simpang MT Haryono-Suprapto. Pengendara menyambut baik pembagian masker gratis ini untuk melindungi diri dari paparan partikel abu.
Namun, pihak dinas kini mulai menghadapi kendala keterbatasan persediaan logistik masker di gudang pasokan. Stok masker anak saat ini sudah habis total setelah beberapa hari penyaluran intensif. Persediaan masker dewasa juga semakin menipis dan hanya menyisakan sekitar lima belas dus pasokan. Kondisi ini memaksa pihak dinas mengubah strategi penyaluran logistik untuk hari-hari berikutnya.
Penyesuaian Penyaluran Logistik Masker Melalui Puskesmas
Pihak dinas akan mengalihkan fokus penyaluran masker sisa langsung menuju ke setiap puskesmas. Petugas puskesmas memprioritaskan pemberian masker khusus untuk pasien yang mengalami gangguan pernapasan langsung. Langkah efisiensi ini menjaga agar ketersediaan logistik tepat sasaran bagi warga yang membutuhkan. Petugas menghemat stok tersisa sambil menunggu proses pengadaan bantuan logistik baru dari pemerintah.
Dinkes Kotim bagikan masker gratis cegah dampak kabut asap agar masyarakat terhindar dari bahaya racun. Pihak dinas terus mengevaluasi kebutuhan logistik masker harian di wilayah Kotawaringin Timur. Langkah ini bertujuan agar warga berisiko tinggi tetap mendapat perlindungan medis secara maksimal. Nugroho Kuncoro Yudho memberikan penjelasan terkait perubahan mekanisme penyaluran tersebut. “Karena stok masker terbatas, kemungkinan penyaluran berikutnya difokuskan melalui puskesmas bagi pasien yang mengalami gangguan pernapasan, sambil menunggu proses pengadaan atau tindak lanjut berikutnya,” tutur Nugroho Kuncoro Yudho.
Imbauan Pembatasan Aktivitas Luar Ruangan Bagi Warga

Dinkes Kotim juga mengimbau seluruh warga agar selalu membatasi aktivitas di luar ruangan. Pembatasan ini sangat penting terutama saat kabut asap mulai menebal pada pagi hari. Warga yang terpaksa beraktivitas luar wajib memakai masker penutup hidung dan mulut secara benar. Langkah sederhana ini ampuh mencegah partikel mikro berbahaya masuk ke dalam saluran pernapasan.
Pemerintah daerah mengimbau warga segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami sesak. Pelayanan kesehatan siap membantu warga yang mengalami gejala ISPA akibat paparan kabut asap. Sinergi masyarakat dan pemerintah menjadi kunci penting dalam menghadapi ancaman bencana asap ini. Kesadaran mandiri warga dalam memakai masker sangat membantu menekan jumlah penderita ISPA di Sampit.







