Tech
Debut Eksklusif Honda Super One di Singapura, Mobil Listrik Mungil dengan Harga “Raksasa” Akibat Regulasi COE

Semarang (usmnews) – Dikutip dari oto.detik.com Singapura kembali mengukuhkan posisinya sebagai pasar otomotif strategis di Asia Tenggara dengan menjadi negara pertama di luar Jepang yang memasarkan mobil listrik terbaru, Honda Super One. Setelah diperkenalkan secara global di ajang Japan Mobility Show pada Oktober 2025 dan tampil di Tokyo Auto Salon, mobil listrik berdesain compact ini resmi melantai di Singapore Motor Show. Namun, sorotan utama bukan hanya pada teknologinya, melainkan pada label harganya yang mencengangkan: SGD 178.999 atau setara dengan Rp 2,3 miliar.
Spesifikasi di Antara Dua Saudara
Secara teknis, Honda Super One menempati posisi unik dalam lini elektrifikasi Honda. Dengan motor listrik yang mampu menyemburkan tenaga 95 PS (70 kW) dan torsi 162 Nm, performanya berada tepat di tengah-tengah antara basis modelnya, N-One e, dan Honda e yang memiliki dimensi lebih besar.
Meskipun Honda belum merilis data resmi mengenai jarak tempuh, spesifikasi pengisian daya memberikan petunjuk kuat mengenai kapasitas baterainya. Kemampuan pengisian cepat (DC fast charging) dari 20% ke 80% yang memakan waktu 30 menit mengindikasikan penggunaan baterai berkapasitas 29,6 kWh, serupa dengan milik N-One e. Dengan peningkatan tenaga yang dimilikinya, estimasi jarak tempuh Super One kemungkinan berada sedikit di bawah angka 295 km (standar WLTP).

Fitur “Fun to Drive” dan Desain Retro-Agresif
Salah satu daya tarik utama Super One adalah upaya Honda untuk menyuntikkan “rasa berkendara” pada mobil listrik yang sering dianggap hampa. Mobil ini dilengkapi fitur Boost Mode yang inovatif. Fitur ini tidak hanya mengoptimalkan output motor listrik depan, tetapi juga menghadirkan simulasi perpindahan gigi 7 percepatan lengkap dengan Active Sound Control. Teknologi manipulasi suara dan sensasi ganti gigi ini sebelumnya telah dipopulerkan oleh Hyundai melalui Ioniq 5 N dan 6 N, dan kini mulai diadopsi Honda untuk memberikan sensasi sporty.
Dari segi visual, Super One mempertahankan garis desain retro-modern yang ikonik, namun dengan sentuhan yang jauh lebih agresif berkat penambahan lengkungan spatbor (fender flares) yang melebar. Di balik tampilan garangnya, konstruksi kaki-kakinya tetap sederhana dengan suspensi depan MacPherson strut dan torsion beam di belakang, serta penggunaan rem tromol pada roda belakang. Sementara itu, interiornya dirancang minimalis namun premium, dilengkapi layar sentuh 9 inci, sistem audio Bose 8 speaker, balutan kulit parsial pada jok, dan paket keselamatan komprehensif Honda Sensing.
Anomali Harga dan Faktor COE

Harga jual yang mencapai Rp 2,3 miliar untuk sebuah mobil listrik mungil mungkin terdengar tidak masuk akal bagi pasar global, namun ini adalah fenomena wajar di Singapura akibat regulasi kepemilikan kendaraan yang ketat.
Struktur harga tersebut sangat dipengaruhi oleh Certificate of Entitlement (COE). Dari total harga SGD 178.999, komponen COE sendiri memakan porsi sekitar SGD 90.000 atau setara Rp 1,1 miliar. COE adalah instrumen kebijakan pemerintah Singapura untuk mengontrol populasi kendaraan guna mencegah kemacetan parah di negara pulau tersebut. Sertifikat ini memberikan hak legal bagi seseorang untuk memiliki dan mengoperasikan kendaraan selama 10 tahun. Tingginya biaya COE inilah yang membuat mobil kategori entry-level atau compact sekalipun bisa memiliki banderol harga setara supercar di negara lain.
Dengan demikian, kehadiran Honda Super One di Singapura bukan sekadar peluncuran produk baru, melainkan demonstrasi bagaimana teknologi kendaraan listrik terkini beradaptasi dengan kebijakan transportasi urban yang sangat ketat dan berbiaya tinggi.







