Connect with us

Sports

Courtois Bedah Transisi Madrid: Ancelotti Sang ‘Ayah’, Alonso Sang Modernis

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari Kompascom Di tengah gempuran spekulasi yang menyebutkan adanya ketidakharmonisan di ruang ganti Real Madrid, penjaga gawang utama Los Blancos, Thibaut Courtois, akhirnya angkat bicara untuk meluruskan situasi. Pemain asal Belgia ini secara tegas menepis rumor yang beredar mengenai ketidakpuasan para pemain terhadap pelatih anyar mereka, Xabi Alonso. Courtois menekankan bahwa narasi negatif yang berkembang di media sering kali hanyalah “kebisingan luar” yang tidak mencerminkan realitas soliditas tim di internal klub. Menurutnya, kritik yang muncul belakangan ini hanyalah reaksi impulsif publik terhadap hasil imbang, padahal dinamika di dalam tim tetap terkendali dan fokus. Salah satu poin paling menarik yang disampaikan Courtois adalah analisisnya mengenai transisi kepemimpinan dari Carlo Ancelotti ke Xabi Alonso. Courtois memberikan metafora yang sangat manusiawi untuk menggambarkan perbedaan kedua juru taktik tersebut.

Ia melukiskan sosok Ancelotti sebagai figur “ayah” atau “kakek” yang mengayomi, sementara Xabi Alonso merepresentasikan pendekatan manajer yang jauh lebih modern dan segar. Courtois menegaskan bahwa membanding-bandingkan keduanya dengan narasi “merindukan Ancelotti” adalah bentuk ketidakhormatan terhadap kinerja Alonso saat ini. Baginya, kedua pelatih tersebut memiliki kualitas istimewa dengan gaya pendekatan yang berbeda, namun sama-sama efektif.Courtois juga menanggapi kritik terkait performa tim pasca hasil imbang melawan Rayo Vallecano dan kekalahan dari Liverpool. Ia membela strategi Alonso dengan menekankan bahwa Los Blancos sebenarnya menguasai jalannya pertandingan, terutama di babak pertama saat melawan Rayo. Kesulitan yang terjadi di babak kedua dan minimnya peluang berbahaya diakuinya sebagai area yang perlu evaluasi, namun bukan berarti sistem yang diterapkan Alonso gagal.

Ia mengingatkan bahwa laga tandang di markas Rayo selalu menyajikan tantangan tersendiri. Dengan jadwal padat di depan mata, termasuk kewajiban memenangkan laga melawan Elche, Courtois mengajak timnya untuk segera berbenah dan meningkatkan performa.Selain isu taktis, Courtois juga menjernihkan suasana terkait insiden Vinicius Junior dan manajemen ruang ganti. Ia memastikan bahwa kasus Vinicius sudah selesai; sang pemain telah meminta maaf, dan tim memaklumi bahwa tekanan tinggi dalam pertandingan bisa memicu reaksi emosional manusiawi. Mengenai isu pemain yang tidak puas karena menit bermain, Courtois menilainya sebagai hal wajar dalam klub sebesar Madrid, dan segala sesuatunya selalu dibicarakan secara terbuka.Secara statistik, era Xabi Alonso sebenarnya jauh dari kata buruk.

Real Madrid telah mencatatkan 17 kemenangan dari 22 laga di berbagai kompetisi. Courtois juga menyinggung bagaimana komentar provokatif dari bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, justru menjadi bensin yang membakar semangat skuad Madrid untuk bangkit dan mengakhiri rentetan hasil buruk di El Clasico. Pernyataan Courtois ini seolah menjadi garansi bagi para Madridista bahwa kapal Real Madrid di bawah nahkoda Xabi Alonso masih berlayar di jalur yang tepat, meski ombak kritik sedang menerpa.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *