Tech

Badai di Langit Penerbangan: Airbus Lakukan ‘Recall’ Massal Keluarga A320 Akibat Ancaman Radiasi Matahari pada Sistem Kontrol

Published

on

​Paris (usmnews) – Dikutip dari Sindonews.com Dunia penerbangan global kembali dikejutkan oleh pengumuman darurat dari raksasa manufaktur pesawat asal Eropa, Airbus. Perusahaan tersebut secara resmi mengumumkan penarikan kembali (recall) atau pemeriksaan darurat terhadap armada besar keluarga A320—yang mencakup varian A318, A319, A320, dan A321. Langkah drastis ini diambil menyusul temuan krusial mengenai kerentanan sistem kontrol penerbangan pesawat terhadap gangguan data yang dipicu oleh radiasi matahari.​

Keputusan ini menjadi salah satu penarikan terbesar dalam sejarah 55 tahun operasional Airbus, sebuah ironi yang terjadi hanya beberapa pekan setelah varian A320 sukses menyalip Boeing 737 sebagai model pesawat yang paling banyak dikirimkan di dunia.​

Insiden Mengerikan JetBlue Jadi Pemicu​Langkah pencegahan masif ini tidak muncul tanpa sebab. Sumber industri mengungkapkan bahwa investigasi dipicu oleh insiden menakutkan yang menimpa penerbangan JetBlue pada 30 Oktober lalu. Pesawat yang sedang menempuh rute dari Cancun, Meksiko, menuju Newark, New Jersey, tersebut tiba-tiba mengalami gangguan kontrol yang signifikan.​

Foto: Suara Merdeka Jakarta

Dalam insiden itu, pesawat mengalami penurunan ketinggian secara mendadak (sudden altitude drop), yang mengakibatkan kepanikan dan melukai beberapa penumpang. Pilot akhirnya berhasil melakukan pendaratan darurat di Tampa, Florida. Saat ini, Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) tengah melakukan penyelidikan mendalam atas insiden tersebut. Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) juga diperkirakan akan segera merilis perintah darurat (Emergency Airworthiness Directive) yang mewajibkan perbaikan segera pada armada yang terdampak.​

Masalah Teknis: Kegagalan ELAC dan Faktor Radiasi​Inti permasalahan teknis ini terletak pada sistem Elevator and Aileron Computer (ELAC). Sistem ini berfungsi vital dalam mengirimkan perintah dari kendali pilot ke bagian ekor pesawat untuk mengatur sudut kemiringan hidung pesawat (pitch). Investigasi internal Airbus menemukan bahwa radiasi matahari yang kuat (badai geomagnetik) ternyata mampu menembus perlindungan dan merusak integritas data dalam sistem tersebut, menyebabkan anomali pada kontrol penerbangan.​

Terkait hal ini, Thales, selaku produsen komponen komputer ELAC, memberikan klarifikasi bahwa perangkat keras buatan mereka telah memenuhi seluruh spesifikasi ketat dari Airbus. Mereka menegaskan bahwa anomali fungsi yang terjadi kemungkinan besar berkaitan dengan perangkat lunak (software) yang berada di luar tanggung jawab manufaktur mereka.

Foto: lenterajakarta.com

​Dampak Operasional Global​Pengumuman ini dipastikan akan memicu gelombang gangguan perjalanan udara di seluruh dunia, terutama di Amerika Serikat yang tengah memasuki musim padat perjalanan. Airbus secara terbuka mengakui bahwa protokol keselamatan ini akan menyebabkan ketidaknyamanan bagi penumpang dan maskapai.

​Berdasarkan data, terdapat sekitar 11.300 unit keluarga A320 yang beroperasi secara global saat ini. Pada saat pengumuman recall dirilis, tercatat ada sekitar 3.000 pesawat yang sedang mengudara. American Airlines, salah satu operator terbesar, melaporkan bahwa 340 dari 480 armada A320 milik mereka memerlukan pembaruan perangkat lunak segera.

​Solusi perbaikan bervariasi tergantung tingkat keparahan risiko pada masing-masing unit. Sekitar dua pertiga pesawat yang terdampak hanya memerlukan pembaruan atau pengembalian ke versi perangkat lunak yang lebih lama, dengan estimasi pengerjaan sekitar dua jam per pesawat.

Namun, tantangan logistik yang lebih berat membayangi ratusan pesawat lain yang mungkin memerlukan penggantian perangkat keras fisik. Proses ini dipastikan akan memakan waktu lebih lama dan berpotensi menyebabkan pembatalan penerbangan dalam jumlah besar hingga perbaikan selesai dilakukan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version