Nasional
Arus Balik dan Aktivitas Awal Pekan Picu Kemacetan di Berbagai Ruas Tol Menuju Jakarta
Semarang (usmnews) – Dikutip dari Detik.com Memasuki pengujung tahun 2025, tepatnya pada Senin pagi, 29 Desember, kondisi lalu lintas di sejumlah ruas jalan tol yang mengarah ke DKI Jakarta dilaporkan mengalami kepadatan yang cukup signifikan. Fenomena kemacetan ini tidak hanya disebabkan oleh tingginya volume kendaraan—yang merupakan kombinasi antara para pekerja komuter dan gelombang arus balik liburan akhir tahun—tetapi juga diperparah oleh sejumlah insiden kecelakaan dan gangguan teknis kendaraan di titik-titik krusial.
Salah satu titik kemacetan terparah terpantau di ruas Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) W2U. Berdasarkan laporan resmi dari Jasa Marga, kepadatan mengular dari kawasan Joglo di Kilometer 12 hingga Meruya Selatan di Kilometer 09. Hambatan arus lalu lintas ini dipicu oleh dampak penanganan kecelakaan lalu lintas di Kilometer 13+000 yang melibatkan kendaraan berat jenis truk kontainer dan sebuah mobil pribadi Mitsubishi Xpander. Meskipun proses evakuasi telah dilakukan, sisa-sisa kepadatan masih sangat terasa dan menghambat laju kendaraan yang hendak menuju ke arah Tangerang maupun yang melintas di sekitarnya
Sementara itu, situasi di ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek) juga tak kalah padat. Para pengendara yang melintas dari arah timur menuju Jakarta harus meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat mendekati area Karawang Barat. Di titik Kilometer 47 arah Jakarta, terjadi penyempitan lajur akibat adanya penanganan truk yang mengalami gangguan roda (pecah ban atau as patah). Posisi truk yang terhenti di lajur 1 dan 2 (kiri dan tengah) memaksa arus kendaraan untuk hanya menggunakan lajur kanan, sehingga menciptakan efek bottleneck yang memperlambat laju kendaraan secara drastis di area tersebut.
Tak hanya di sisi timur dan lingkar luar, ruas Tol Jakarta-Tangerang (Janger) juga menjadi salah satu titik merah pada pagi ini. Kepadatan volume lalu lintas terlihat jelas mulai dari Meruya di Kilometer 05 hingga Kembangan di Kilometer 08. Situasi semakin runyam di ruas Karang Tengah (KM 09) hingga Kunciran (KM 13). Kepadatan di sektor ini juga merupakan imbas dari kecelakaan yang melibatkan truk kontainer dan mobil Xpander. Meski Jasa Marga mengonfirmasi bahwa penanganan telah selesai dan lajur sudah kembali terbuka normal, volume kendaraan yang menumpuk sebelumnya masih membutuhkan waktu untuk terurai sepenuhnya.
Secara keseluruhan, kondisi pagi ini menuntut kesabaran ekstra dari para pengguna jalan. Jasa Marga terus mengimbau agar pengendara tetap mematuhi rambu-rambu, menjaga jarak aman, dan memantau pembaruan informasi lalu lintas secara berkala guna menghindari titik-titik stagnasi yang lebih parah. Bagi mereka yang belum berangkat, mencari rute alternatif atau menunda waktu keberangkatan mungkin bisa menjadi opsi bijak untuk menghindari jebakan kemacetan di awal pekan terakhir tahun 2025 ini.