Connect with us

Nasional

Angin Segar bagi Korban Bencana: Pemerintah Pastikan Diskon Tarif Listrik untuk Tiga Provinsi di Sumatera

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari sindonews.com Di tengah masa pemulihan pascabencana yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membawa kabar baik yang melegakan. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, secara resmi memberikan kepastian bahwa pemerintah akan memberlakukan kebijakan khusus berupa pemberian diskon atau potongan tarif listrik bagi masyarakat yang terdampak bencana. Kebijakan ini ditargetkan menyasar tiga provinsi utama yang mengalami dampak paling parah, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Respons Cepat atas Permintaan Daerah.

Keputusan ini tidak diambil secara sepihak, melainkan sebagai respons afirmatif atas aspirasi yang disampaikan oleh para kepala daerah. Bahlil mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima surat permohonan resmi dari beberapa pimpinan daerah di lokasi bencana yang meminta adanya keringanan beban biaya energi bagi warganya yang sedang kesusahan.”Secara prinsip, Kementerian ESDM menyetujui dan akan memberikan diskon tersebut,” tegas Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta. Langkah ini merupakan wujud nyata kehadiran negara untuk meringankan beban ekonomi warga yang tengah berjuang memulihkan kehidupan mereka pascabencana. Tahap Kalkulasi dan Koordinasi Kepresidenan. Meskipun prinsip pemberian diskon telah disepakati, Menteri Bahlil menjelaskan bahwa saat ini tim internal kementerian tengah melakukan kajian teknis atau exercise mendalam.

Fokus kajian ini meliputi dua hal krusial:Durasi Diskon: Berapa lama periode potongan tarif ini akan berlaku (berapa bulan). Besaran Subsidi: Menghitung total biaya yang harus ditanggung negara untuk menutup selisih tarif tersebut. Bahlil menegaskan bahwa hasil perhitungan ini akan segera dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mendapatkan persetujuan final. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden yang menekankan agar jajaran menterinya selalu hadir dan responsif dalam menyelesaikan persoalan rakyat, terutama dalam situasi darurat bencana. Progres Pemulihan Infrastruktur Kelistrikan.

Selain aspek tarif, pemerintah juga terus mengebut pemulihan fisik infrastruktur kelistrikan. Berdasarkan data terbaru, masih terdapat tantangan di lapangan dengan sekitar 150 desa yang belum sepenuhnya teraliri listrik kembali, serta kerusakan pada tiga infrastruktur energi vital. Namun, Rudy Sufahriadi, selaku Ketua Tim ESDM Siaga Bencana, memaparkan data progres pemulihan (per 6 Desember) yang cukup positif di berbagai sektor:Sumatera Barat (Pulih Total): Sistem kelistrikan di wilayah ini telah berhasil dipulihkan 100 persen. Dua titik krusial yang sebelumnya lumpuh total, yaitu Palembayan dan Sicincin, kini sudah kembali terang benderang.

Sumatera Utara (Hampir Rampung): Progres pemulihan sangat signifikan. Seluruh jaringan utama (103 penyulang) telah menyala 100%. Dari sisi distribusi ke rumah warga, perbaikan gardu telah mencapai 98% (4.436 dari 4.537 gardu telah aktif), memulihkan beban listrik sebesar 260,79 MW.Aceh (Terus Dikebut): Wilayah ini masih membutuhkan kerja keras ekstra. Pemulihan jaringan utama baru mencapai 56% (177 dari 317 penyulang), sementara gardu distribusi yang berfungsi kembali baru sekitar 64% (9.401 dari 14.741 gardu). Kombinasi antara percepatan perbaikan jaringan fisik dan rencana subsidi tarif ini diharapkan dapat menjadi solusi komprehensif bagi masyarakat Sumatera untuk bangkit kembali.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *