Connect with us

Education

Mengapa Jetlag Terasa Lebih Parah Saat Terbang ke Arah Timur? Ini Penjelasannya

Published

on

Semarang (usmnews) – Banyak orang mengalami gangguan tidur hebat setelah melakukan penerbangan jarak jauh melintasi benua. Fenomena nyata ini menunjukkan bahwa kondisi jetlag terasa lebih parah bagi para pelancong udara.

Oleh karena itu, para ahli kesehatan penerbangan dunia memberikan perhatian khusus pada masalah ini. Mereka mengonfirmasi bahwa serangan jetlag terasa lebih parah akibat perubahan zona waktu yang mendadak. Namun demikian, tubuh manusia membutuhkan adaptasi waktu yang lebih lama untuk memulihkan kebugaran.

Faktor Biologis Mengapa Kondisi Jetlag Terasa Lebih Parah

Selain itu, jam biologis internal manusia secara alami memiliki siklus sedikit lebih dari 24 jam. Arah penerbangan ke timur memaksa tubuh manusia memperpendek durasi hari secara paksa dan instan. Oleh sebab itu, ritme sirkadian tubuh mengalami kekacauan besar dalam mengatur jadwal tidur malam. Maka dari itu, sel-sel saraf dalam otak bekerja keras menyelaraskan ulang waktu biologis kita.

Respon Ritme Sirkadian Tubuh Terhadap Penerbangan Menuju Arah Timur

Sementara itu, perjalanan ke arah barat justru memperpanjang durasi hari bagi para penumpang. Tubuh manusia mampu menyesuaikan diri secara lebih mudah terhadap perpanjangan waktu hari tersebut. Dengan demikian, pelancong ke arah barat tidak mengalami kelelahan yang terlalu ekstrem nanti. Alhasil, perbedaan arah terbang ini menghasilkan efek kelelahan fisik yang sangat kontras sekali.

Penjelasan Ilmiah Mengenai Gangguan Jetlag yang Sangat Parah Ini

Maka dari itu, seorang peneliti senior bidang kronobiologi memberikan penjelasan medis yang sangat menarik.

Peneliti tersebut menyatakan, “Sel-sel otak manusia membutuhkan waktu ekstra untuk memajukan jam biologis tubuh.”

Oleh karena itu, gejala pusing dan mual sering melanda penumpang setelah mendarat di timur. Namun demikian, setiap individu memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda terhadap perubahan zona waktu.

Cara Mengatasi Dampak Kelelahan Parah Akibat Perjalanan Udara ke Timur

Selanjutnya, Anda harus mengatur jadwal tidur beberapa hari sebelum keberangkatan menuju lokasi baru. Anda dapat mengonsumsi suplemen melatonin guna membantu memicu kantuk secara alami pada malam hari. Oleh karena itu, paparan sinar matahari pagi yang cukup akan mempercepat proses pemulihan energi. Dengan demikian, ritme sirkadian tubuh Anda akan segera sinkron dengan waktu lokal setempat.

Pengaruh Pola Makan Terhadap Gejala Jetlag yang Cukup Parah

Selain itu, konsumsi air putih yang cukup memegang peranan penting selama penerbangan berlangsung. Anda wajib menghindari minuman berkafein tinggi serta alkohol saat berada di dalam kabin. Oleh sebab itu, hidrasi yang baik menjaga fungsi organ tubuh tetap optimal selama perjalanan. Alhasil, tubuh Anda memiliki daya tahan yang lebih kuat melawan efek buruk kelelahan.

Strategi Tambahan bagi Para Pelancong Internasional yang Sering Terbang

Sementara itu, olahraga ringan setelah mendarat juga membantu mengalirkan oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Anda bisa berjalan kaki di sekitar hotel atau melakukan peregangan otot yang sederhana. Maka dari itu, aktivitas fisik ini merangsang produksi hormon yang meningkatkan kesegaran jasmani kita. Namun demikian, Anda jangan memaksakan diri melakukan latihan fisik yang terlalu berat dahulu.

Kesimpulan Medis Mengenai Dampak Penerbangan Lintas Batas Waktu Timur

Maka dari itu, pemahaman yang baik tentang ritme tubuh membantu mengurangi efek buruk perjalanan. Alhasil, para pelaku perjalanan dapat menikmati liburan mereka dengan kondisi fisik yang bugar. Dengan demikian, perjalanan bisnis atau liburan Anda akan memberikan hasil yang sangat maksimal. Akhirnya, perencanaan perjalanan yang matang menjadi kunci utama kesuksesan petualangan antarbenua Anda semua.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *