International
Airbus Mengembangkan Mesin Pesawat Hidrogen Bersama MTU

Semarang (usmnews) – Perusahaan kedirgantaraan raksasa asal Eropa mencetak sejarah baru dalam industri penerbangan global tahun ini. Manajemen korporasi mengumumkan rencana ambisius untuk memproduksi sistem penggerak ramah lingkungan terbaru. Oleh karena itu, langkah nyata saat Airbus mengembangkan mesin pesawat hidrogen melalui kerja sama strategis dengan perusahaan Jerman, MTU Aero Engines, langsung memikat pasar. Kolaborasi kakap ini sekaligus menandai momen pertama kalinya raksasa dirgantara tersebut terjun langsung ke sektor manufaktur mesin.
Kedua raksasa aviasi ini akan mewujudkan visi hijau mereka melalui pembentukan perusahaan patungan (joint venture). Selanjutnya, entitas baru ini akan fokus menciptakan sistem propulsi canggih berbasis sel bahan bakar (fuel cell). Teknologi mutakhir tersebut memicu reaksi kimia antara hidrogen dan oksigen guna menghasilkan daya listrik yang kuat untuk memutar motor. Hebatnya lagi, sistem mekanis ini hanya membuang emisi berupa uap air bersih ke udara sehingga bebas dari polusi karbon.

Porsi Kepemilikan Saham dan Target Operasional Perusahaan Patungan
Namun, operasional penuh dari perusahaan patungan ini baru akan dimulai secara resmi pada awal tahun depan. Dalam kesepakatan bisnis tersebut, pihak Airbus bertindak sebagai pemegang saham mayoritas dengan porsi sebesar 75 persen. Sementara itu, sisa kepemilikan modal sebanyak 25 persen berada di tangan MTU Aero Engines. Kerja sama taktis ini menggabungkan keahlian desain pesawat modern dan teknologi mesin jet guna mempercepat lahirnya transportasi udara masa depan.

Perubahan Strategi Global Saat Airbus Mengembangkan Mesin Pesawat Hidrogen
Langkah berani ini sekaligus mengubah peta jalan bisnis korporasi setelah mereka sempat menunda target peluncuran pesawat komersial ramah lingkungan. Manajemen mengakui bahwa tantangan teknis seperti metode penyimpanan tangki cair di bandara masih memerlukan riset panjang. Anda bisa membuka tabel regulasi emisi penerbangan untuk mempelajari aturan ketat mengenai batas polusi udara internasional. Oleh karena itu, fokus utama saat Airbus mengembangkan mesin pesawat hidrogen kini beralih pada keandalan sistem sel bahan bakar yang lebih menjanjikan.







