USM News
Luar Biasa! Mahasiswa Baru USM Didorong Jadi Generasi Produktif dan Kritis

Semarang (usmnews) – Universitas Semarang (USM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak bibit-bibit unggul bangsa melalui kegiatan Pengenalan Akademik dan Kegiatan Mahasiswa (Pakem) tahun 2026. Dalam acara penyambutan yang meriah ini, ribuan peserta resmi diterima sebagai bagian dari civitas akademika. Kehadiran para peserta didik anyar ini membawa angin segar bagi dunia pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah.

Peran Strategis Mahasiswa Baru USM dalam Membangun Peradaban Bangsa
Sebagai insan akademis yang baru menginjakkan kaki di kampus tercinta, setiap mahasiswa baru usm diharapkan mampu memahami peran strategis mereka sebagai agent of change. Rektor USM, Dr. Supari, S.T., M.T., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta yang kini resmi bergabung dengan keluarga besar universitas. Beliau memperkenalkan istilah khusus bagi para warga kampus baru ini sebagai bagian dari identitas kebersamaan.
“Selamat datang di USM. Kalau sudah masuk di USM, Anda semua akan menjadi warga USM. Warga USM, di istilah Gen Z, namanya USMers,” ucap Dr. Supari dengan penuh semangat. Panggilan akrab ini dirancang untuk mempererat ikatan kekeluargaan antar-civitas akademika sekaligus memotivasi mereka agar bangga mengenakan almamater kebanggaan tersebut dalam setiap langkah perjalanan akademik mereka.
Menumbuhkan Budaya Literasi dan Semangat Organisasi bagi Mahasiswa Baru USM
Selain fokus pada pencapaian akademik di ruang kelas, para peserta didik juga diingatkan agar tidak menjadi pribadi yang pasif. Wakil Rektor bidang terkait, Dr. Kesi Widjajanti, S.E., M.M., memberikan pesan mendalam mengenai pentingnya membangun kebiasaan membaca serta memperluas wawasan intelektual. Perubahan status dari masa putih abu-abu menjadi mahasiswa menuntut tingkat kemandirian yang jauh lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.
“Selalu rajin membaca. Baca artinya membuka wawasan. Dan saudara akan tumbuh. Jika saudara tidak baca, saudara akan diam. Keep reading, learning, and growing,” ujar Dr. Kesi Widjajanti memberikan motivasi.
Lebih lanjut, Dr. Kesi mengingatkan para mahasiswa baru usm agar menghindari fenomena rutinitas pasif yang kerap menjerat anak muda masa kini. Ia berpesan agar mereka tidak terperangkap dalam lingkaran monoton yang menghambat potensi diri secara optimal.
“Saudara jangan jadi mahasiswa kupu-kupu, kuliah pulang, kuliah pulang. Not only belajar di akademi, tetapi di Universitas Semarang ini ada ekstrakurikuler. Ada UKM-nya dan belajar organisasi,” tegasnya. Melalui keterlibatan aktif di berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan organisasi kemahasiswaan, peserta didik dapat mengasah soft skills, kepemimpinan, serta kemampuan kerja sama tim yang sangat dibutuhkan di dunia kerja profesional kelak.
Menangkal Hoaks dan Memperkuat Wawasan Kebangsaan
Tantangan era digital saat ini menuntut generasi muda untuk memiliki nalar kritis yang tajam. Dalam sesi pembekalan Wawasan Kebangsaan, Irjen Pol. (Purn) Faizal Thayeb, S.I.K., M.H. memberikan pencerahan penting mengenai bahaya penyebaran informasi palsu di tengah masyarakat. Beliau meminta agar para peserta didik tidak mudah percaya maupun menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya di media sosial.
Verifikasi data dan pengecekan sumber berita menjadi keterampilan mutlak yang harus dimiliki oleh setiap intelektual muda. Setiap informasi yang diterima harus disaring secara objektif agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu provokatif yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.
“Jangan terpengaruh provokasi. Teliti betul apakah itu informasi benar atau salah,” tegas Faizal Thayeb di hadapan ribuan peserta. Ia juga mendorong mereka untuk selalu mencari referensi pembanding dari berbagai sumber kredibel agar sudut pandang yang dibangun menjadi lebih komprehensif dan mendalam.
Menatap Masa Depan Menuju Indonesia Emas 2045
Sebagai penutup rangkaian orientasi pengenalan kampus, seluruh elemen pimpinan universitas berharap agar momentum ini menjadi titik awal transformasi mental yang kuat bagi para peserta didik. Dorongan untuk menjadi generasi produktif dan kritis bukan sekadar slogan seremonial belaka, melainkan sebuah manifestasi nyata dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompetitif.
Dengan memadukan kecerdasan intelektual, kematangan emosional, kepekaan sosial, serta integritas moral yang tinggi, para mahasiswa baru usm diyakini mampu mengambil peran strategis sebagai motor penggerak pembangunan nasional. Kontribusi nyata mereka di masa depan akan menjadi penentu utama tercapainya cita-cita besar bangsa Indonesia sebagai negara maju yang disegani dunia internasional pada tahun 2045.








