Connect with us

Nasional

Imbas Gempa Jogja, 20 Perjalanan Kereta Api Sempat Terhenti Sebelum KAI Pastikan Jalur Aman

Published

on

Ilustrasi seismograf mencatat gempa bumi dengan latar belakang retakan tanah dan bangunan rusak

Semarang (usmnews) – Guncangan gempa bumi yang melanda wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya pada Kamis (20/8/2026) sore sempat menimbulkan kepanikan sesaat di tengah masyarakat. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 17.20 WIB dengan pusat lindu berada di darat, sekitar 11 kilometer arah timur laut Bantul di kedalaman 21 kilometer. Menanggapi situasi darurat alam ini, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengambil langkah cepat demi menjamin keselamatan perjalanan. Tercatat, sebanyak 20 perjalanan kereta api di wilayah operasional Daop 6 Yogyakarta diinstruksikan untuk Berhenti Luar Biasa (BLB) sesaat setelah guncangan mereda.

Langkah penghentian sementara operasional perkeretaapian ini merupakan prosedur standar yang sangat vital. Getaran gempa dengan intensitas III MMI di Bantul yang turut dirasakan di Sleman, Klaten, hingga Magelang tersebut memiliki potensi untuk menggeser kontur tanah atau merusak infrastruktur perkeretaapian. Oleh karena itu, pemeriksaan secara menyeluruh tanpa kompromi menjadi tahapan mutlak yang harus dilakukan guna memastikan tidak ada kerusakan yang dapat memicu kecelakaan atau anjloknya gerbong kereta.

Pemeriksaan Jalur Ekstra Cepat dan Kepastian Keamanan

Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, memaparkan bahwa tim lapangan langsung diterjunkan untuk menyisir seluruh kondisi sarana dan prasarana. Pemeriksaan mendetail tersebut mencakup pemantauan kondisi rel, kekuatan jembatan, bangunan stasiun, fasilitas pendukung persinyalan, serta evaluasi pada setiap rangkaian kereta yang sedang beroperasi. Proses mitigasi ini dilakukan secepat dan seteliti mungkin agar petugas lapangan dapat memberikan jaminan keamanan operasional secara menyeluruh.

“Pemeriksaan sarana dan prasarana pascagempa wajib dilakukan untuk memastikan keselamatan penumpang. KAI Daop 6 Yogyakarta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan para penumpang yang terdampak dan berterima kasih banyak atas kesabaran para pelanggan,” terang Feni dalam keterangan resminya. Berkat kecekatan tim di lapangan, seluruh lintas perkeretaapian berhasil dipastikan tidak mengalami kerusakan dan akhirnya kembali dinyatakan aman pada pukul 17.42 WIB, atau hanya memakan waktu 22 menit pasca gempa.

Daftar Kereta Terdampak dan Pemulihan Operasional

Suasana peron Stasiun Yogyakarta dengan kereta api dan para penumpang yang membawa barang bawaan

Prosedur penghentian keselamatan ini berdampak pada jadwal 20 layanan kereta api yang tengah melintas, mulai dari kereta api jarak jauh, kereta bandara, hingga commuter line. Sejumlah kereta yang sempat mengalami penundaan antara lain KA Jayakarta (19 menit), KA Brantas (10 menit), KA Commuterline Palur-Yogyakarta (24 menit), KA Bandara YIA dengan durasi henti bervariasi (11-25 menit), hingga KA Sancaka (23 menit). Durasi penundaan ini sepenuhnya bergantung pada lokasi setiap rangkaian kereta dan seberapa cepat regu pemeriksa menjangkau serta mensterilkan rute masing-masing.

Begitu seluruh laporan keamanan terhimpun secara terpusat, kereta-kereta yang tengah menjalani prosedur BLB tersebut langsung diizinkan untuk menyalakan mesin dan melanjutkan rute perjalanan mereka. Para penumpang yang sempat tertahan dan merasa was-was di dalam gerbong pun akhirnya bisa bernapas lega, melanjutkan perjalanan menuju stasiun tujuan akhir masing-masing dengan jaminan keselamatan penuh dari pihak KAI.

Komitmen Keselamatan dan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana

Peta wilayah Kasihan, Bantul, Banguntapan, dan Imogiri yang menunjukkan pusat gempa magnitudo 3,6

Peristiwa penghentian 20 jadwal kereta api di area Daop 6 Yogyakarta ini menjadi bukti nyata keseriusan pihak KAI dalam memprioritaskan nyawa dan keselamatan para penggunanya di atas segalanya. Dalam menghadapi situasi bencana alam yang datang tiba-tiba, kecepatan dalam mengambil keputusan strategis serta ketegasan dalam menerapkan prosedur operasional keselamatan (SOP) adalah fondasi paling krusial. KAI telah membuktikan bahwa kenyamanan dan ketepatan waktu kedatangan tetap harus dipayungi oleh asas keselamatan tingkat tinggi.

Insiden ini sekaligus menjadi pengingat bagi para pengguna jasa transportasi umum untuk selalu memelihara ketenangan dan mematuhi setiap instruksi petugas di lapangan saat berhadapan dengan situasi darurat. Kolaborasi sikap yang kooperatif dari para penumpang beserta kesiapsiagaan kru yang sigap akan meminimalisir segala bentuk risiko yang tidak diinginkan. Kini, masyarakat dapat kembali tenang menggunakan moda transportasi kereta api, mengingat seluruh jadwal keberangkatan maupun kedatangan di lintas Jogja dan sekitarnya sudah kembali beroperasi secara normal tanpa adanya ancaman susulan pascagempa.

Secret Link