Nasional
Kemenkes Harus Jemput Bola Korban Gempa bumi NTT dan Salurkan Obat

Semarang (usmnews) – Irma Suryani Chaniago menyampaikan duka cita mendalam atas bencana gempa bumi NTT. Anggota Komisi IX DPR tersebut meminta Kementerian Kesehatan bergerak cepat membantu para korban. Beliau menegaskan bahwa pemerintah harus memberikan layanan kesehatan aktif bagi masyarakat pengungsian. Gempa bumi NTT mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu lalu dan mengakibatkan kehancuran fisik. Banyak warga kehilangan tempat tinggal serta memerlukan pertolongan medis secepatnya di lokasi. Irma Suryani Chaniago menekankan pentingnya dokter keliling untuk menjangkau para korban luka.
Penanganan Kesehatan Korban Gempa bumi NTT

Kementerian Kesehatan harus segera menerjunkan tim medis secara langsung ke tempat pengungsian. Irma Suryani Chaniago menyuarakan hal tersebut agar warga tidak perlu bersusah payah. “Kementerian Kesehatan harus jemput pasien (datangi) pasien yang tidak sanggup ke pos kesehatan dengan dokter kelilingnya, agar pasien tidak perlu susah menuju ke pos kesehatan dengan tandu dan lain-lain,” ujar Irma kepada wartawan. Penggunaan fasilitas dokter keliling akan mempermudah akses pengobatan bagi korban secara merata. Langkah ini juga dapat mencegah kondisi kesehatan korban memburuk akibat keterlambatan bantuan.
Kebutuhan Obat dan Logistik Korban Gempa bumi NTT

Para pengungsi saat ini sangat membutuhkan pasokan obat-obatan serta suplai logistik harian. Irma menyampaikan bahwa bantuan obat-obatan khusus harus menjadi prioritas utama petugas lapangan. “Obat-obatan khusus seperti untuk ISPA dan vitamin daya tahan tubuh juga sangat dibutuhkan oleh para pengungsi selain jamban dan air bersih tentunya,” katanya. Penyakit infeksi saluran pernapasan akut mengancam anak-anak serta lansia di area pengungsian. Oleh karena itu, pasokan vitamin menjaga daya tahan tubuh warga agar tetap fit. Fasilitas sanitasi yang bersih juga membantu menjaga higiene lingkungan di sekitar tenda.
Evaluasi Dampak Bencana Gempa bumi NTT
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat ribuan bangunan warga rusak. Kepala BPBD NTT Mahadin Sibarani mengonfirmasi bahwa pendataan terus berjalan hingga saat ini. “Sampai dengan Senin kemarin jumlah rumah yang tercatat mengalami kerusakan ringan hingga berat mencapai 7.968 unit rumah,” kata Mahadin Sibarani dalam laporannya. Kerusakan bangunan rumah membuat ribuan keluarga harus bertahan di tempat penampungan sementara. Selain rumah warga, gempa bumi NTT memicu kerusakan ratusan fasilitas umum serta infrastruktur. Mahadin menambahkan bahwa sebanyak 774 fasilitas umum mengalami kerusakan akibat guncangan hebat. Data kerusakan fasilitas umum ini masih bersifat sementara karena proses verifikasi terus berlanjut.
Pengawasan Anggaran Penanganan Gempa bumi NTT
Irma Suryani Chaniago meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana memimpin koordinasi penanganan secara efisien. Beliau mengingatkan pemerintah agar menjadikan pengalaman bencana masa lalu sebagai pelajaran berharga. “Kalau tidak salah kan sudah ada Badan Penanggulangan Bencana, harusnya kasus Aceh bisa jadi pelajaran, jangan sampai ada lagi pembuatan sumur bor Rp 150 juta. Kita sebagai wakil rakyat akan mengawal semua kebutuhan anggaran yang digelontorkan untuk kepentingan merevitalisasi dan bantuan pada para pengungsi,” tuturnya. DPR RI berkomitmen mengawasi penggunaan seluruh dana bantuan agar tepat sasaran. Sinergi antarlembaga menjadi kunci utama dalam memulihkan kondisi sosial ekonomi warga terdampak.







