Nasional
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Membahas Penghematan Anggaran Makan Bergizi Gratis

Semarang (usmnews) – Pemerintah terus mematangkan tata kelola program bantuan sosial strategis bagi anak-anak sekolah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merencanakan agenda penting untuk membahas penghematan anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama Badan Gizi Nasional.
Langkah ini bertujuan untuk memastikan efisiensi alokasi APBN agar penyaluran bantuan dapat menyasar kelompok penerima secara tepat. Oleh sebab itu, kementerian akan menggelar pertemuan bilateral pekan depan guna membahas penghematan anggaran program secara komprehensif.
Pertemuan strategis ini mempertegas komitmen pemerintah dalam mengoptimalkan setiap rupiah anggaran negara bagi kesejahteraan rakyat. Dengan demikian, upaya bersama untuk membahas penghematan anggaran ini akan menciptakan skema belanja sosial yang jauh lebih efisien.
Agenda Purbaya Yudhi Sadewa Membahas Penghematan Anggaran Program MBG

Jadwal pertemuan resmi tersebut sempat mengalami penyesuaian waktu akibat adanya proses konsolidasi internal pada struktur kepemimpinan lembaga penanggung jawab. Di samping itu, kementerian memberikan ruang bagi jajaran baru BGN untuk menyelesaikan penataan organisasi terlebih dahulu.
Purbaya menyampaikan secara langsung kepastian agenda pertemuan kerja tersebut saat berada di Jakarta. “Ketuanya ganti. Kita biarin konsolidasi dulu. Begitu date-nya ketemu lagi. Ini kan masih konsolidasi,” paparnya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Selanjutnya, kementerian masih menunggu rincian teknis perhitungan efisiensi anggaran dari pengelola program di lapangan. Purbaya menegaskan, “Pasti ada kurang, penghematan lah, bukan potong. Tapi tergantung mereka gimana teknisnya nanti.”
Efisiensi Pagu BGN dan Penataan Sasaran Makan Bergizi Gratis

Badan Gizi Nasional sendiri telah menyesuaikan alokasi awal anggaran program MBG dari Rp268 triliun menjadi Rp229 triliun. Maka dari itu, perubahan pagu ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah untuk membenahi manajemen penyaluran bantuan di daerah.
Penyesuaian skema ini juga mempertimbangkan penghentian bantuan bagi siswa dari kelompok keluarga mampu atau desil 8 hingga 10. Alhasil, pemangkasan alokasi bagi kelompok sejahtera ini mampu menghemat penggunaan dana APBN dalam jumlah yang signifikan.
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menekankan bahwa angka alokasi baru tersebut masih bersifat fleksibel. “Tapi nanti ditulisnya sementara ya. Kalau bisa kita lebih efisien lagi,” ujar Agustina dalam konferensi pers di Jakarta.
Perbaikan Tata Kelola Bantuan Sosial yang Tepat Sasaran
Pihak BGN menegaskan bahwa penurunan alokasi dana bukan sekadar mengejar angka efisiensi finansial semata. Kemudian, peningkatan kualitas manajemen dan kerapian data penerima menjadi fokus utama dalam setiap tahap pelaksanaan.
Lembaga ini ingin memastikan bahwa setiap porsi makanan bergizi benar-benar sampai ke tangan anak-anak yang membutuhkan. Akhirnya, sinergi antara Kementerian Keuangan dan BGN akan menghasilkan program bantuan yang lebih akuntabel serta berdampak luas.







