Connect with us

International

Jerman Danai Pembelian 50 Ribu Drone Serang Ukraina

Published

on

Semarang (usmnews) – Pemerintah Jerman kabarnya mendanai pembelian puluhan ribu kendaraan udara nirawak untuk pasukan Kyiv. Bantuan militer ini berupa pengadaan lima puluh ribu unit drone serang Ukraina berteknologi tinggi. Namun, pihak kementerian pertahanan kedua belah pihak memilih bungkam mengenai kontrak rahasia ini. Kerja sama pertahanan tersebut menandai dukungan militer terbesar negara Eropa sepanjang tahun ini.

Produsen lokal SkyFall merancang badan pesawat jenis Shrike dengan kemampuan navigasi yang mumpuni. Selain itu, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat turut menyumbang perangkat lunak pelacak otomatis. Sistem kecerdasan buatan ini mampu mengunci target bergerak secara mandiri pada fase akhir. Selanjutnya, pihak pabrikan mengonfirmasi pengiriman sebagian unit persenjataan udara tersebut telah selesai. Sisa unit senjata udara nirkemudi tersebut akan segera tiba sebelum akhir tahun ini. Nilai kontrak pembelian seluruh perangkat taktis tersebut kabarnya menyentuh angka sembilan puluh juta dolar.

Menilik Keunggulan Teknologi drone serang Ukraina Jenis Shrike

Pasukan Kyiv memang sangat bergantung pada persenjataan udara nirkemudi untuk menghadapi serangan musuh. Oleh karena itu, industri militer lokal harus memproduksi ribuan pesawat nirawak setiap harinya. Shrike sendiri merupakan prototipe pesawat murah yang sudah beroperasi aktif sejak tahun lalu. Meskipun demikian, rancangan senjata ini berhasil menarik banyak perhatian dari pengamat militer internasional. Varian terbaru Shrike bahkan sukses memenangi kompetisi teknologi pertahanan tingkat tinggi di Pentagon. Penggunaan drone serang Ukraina ini memberikan efisiensi sangat tinggi dalam menekan biaya operasional perang. Keunggulan tersebut membuat negara-negara barat semakin gencar mengalirkan dana segar bagi mereka.

Perusahaan Auterion juga membantu menyuplai ratusan ribu unit pesawat ke medan tempur timur. Dengan demikian, Amerika Serikat ikut berkontribusi besar dalam menyukseskan program pertahanan udara mereka. Pendanaan dari Pentagon sendiri menyentuh angka lima puluh juta dolar untuk puluhan ribu unit. Sebaliknya, Inggris juga tidak mau kalah dengan memberikan komitmen bantuan militer yang serupa. Pemerintah London berencana mengirimkan ratusan ribu unit pesawat tanpa awak ke wilayah Kyiv. Aliansi militer barat menganggap langkah pengadaan drone serang Ukraina ini sangat mendesak sekarang. Pasalnya, perang modern kini menuntut taktik pertempuran udara yang serba cepat dan presisi. Oleh sebab itu, inovasi teknologi tanpa awak akan terus mendominasi peta pertahanan masa depan.

Perkembangan taktis ini sekaligus mengubah cara pandang dunia terhadap sistem persenjataan udara modern. Dengan demikian, dominasi teknologi kecerdasan buatan akan semakin menentukan hasil akhir sebuah pertempuran. Banyak negara kini mulai merancang ulang strategi pertahanan nasional mereka secara sangat menyeluruh. Kita semua akan segera menyaksikan babak baru dalam sejarah industri militer dunia esok.