Connect with us

Education

Misteri Kerangka Mbah Sayem: Manusia Prasejarah Pacitan

Published

on

Semarang (usmnews)- Kabupaten Pacitan menyimpan jejak sejarah peradaban masa lalu yang sangat menakjubkan bagi para peneliti. Para ahli arkeologi menemukan kerangka Mbah Sayem saat mengekskavasi kawasan gua karst wilayah tersebut. Penemuan manusia prasejarah berumur sepuluh ribu tahun ini sukses mengubah pandangan mengenai sejarah Nusantara. Oleh karena itu, masyarakat luas kini bisa mempelajari kehidupan ras Australomelanesoid secara jauh lebih mendalam. Banyak orang awam awalnya hanya mengira lorong gua tersebut sebagai tempat gelap tanpa memiliki nilai.

Asal Usul Kerangka Mbah Sayem Pacitan

Pertama, kelompok peneliti bersama warga sekitar melakukan penggalian mulut Goa Song Terus pada tahun 1999. Selanjutnya, mereka secara spontan menamai jasad laki-laki paruh baya tersebut melalui sebuah obrolan santai belaka. Posisi pemakaman tokoh purba ini juga sukses memancing rasa penasaran bagi banyak pakar arkeologi dunia. Individu zaman prasejarah ini melipat kedua kakinya sampai bagian lutut menyentuh dada secara sangat rapat. Posisi unik tersebut menghadap langsung ke arah timur menuju barat mengikuti aliran energi alam sekitar. Kemudian, ahli sejarah menyimpulkan fakta bahwa jasad ini wafat saat menginjak usia lima puluh tahun.

Koleksi Edukasi Museum Song Terus

Pemerintah pusat akhirnya membangun Museum Song Terus tepat berseberangan dengan lokasi asli gua prasejarah tersebut. Selain itu, pihak pengelola museum memamerkan replika kerangka Mbah Sayem sebagai ikon utama ruang pameran. Pengunjung wisata sejarah juga bisa melihat ribuan koleksi alat batu perkakas purba karya manusia awal. Semua artefak berharga tersebut berasal dari sekitar kawasan karst Gunung Sewu yang membentang sangat luas. Akhirnya, sarana wisata edukasi ini mengajak seluruh generasi muda untuk menghargai peninggalan peradaban masa lampau. Para ilmuwan gigih terus meneliti lorong gua panjang demi menemukan jejak peradaban kuno lainnya. Situs bersejarah Pacitan terus memberikan wawasan baru bagi kemajuan ilmu pengetahuan arkeologi masa kini.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *