Connect with us

Tech

Menakar Efisiensi Wuling Darion EV, Berapa Anggaran Biaya Operasional yang Dihabiskan Pemilik dalam Sebulan?

Published

on

Semarang (usmnews) – Keputusan seseorang untuk berpindah dari kendaraan konvensional berbasis bahan bakar minyak (BBM) ke kendaraan listrik murni (Electric Vehicle/EV) umumnya didorong oleh satu faktor utama, yaitu efisiensi biaya operasional jangka panjang. Gambaran nyata mengenai seberapa besar penghematan ini dibagikan secara jujur oleh seorang pemilik Wuling Darion EV bernama Om Benz.

Ia telah memelihara Multi Purpose Vehicle (MPV) listrik berkapasitas tujuh penumpang tersebut sejak bulan Desember 2025 lalu.Hingga pertengahan tahun 2026, angka pada odometer mobil listrik miliknya telah menyentuh kisaran 9.000-an kilometer. Berdasarkan pengalaman harian selama mengendarai unit tersebut, Om Benz merasakan adanya perbedaan pengeluaran bulanan yang sangat mencolok dan signifikan jika dibandingkan dengan masa-masa ketika ia masih mengandalkan mobil bermesin konvensional.

Tingkat Konsumsi Energi yang Hemat Parameter pertama yang menjadi tolok ukur efisiensi performa Wuling Darion EV dapat dipantau langsung melalui layar Multi Information Display (MID) di dalam kabin. Untuk sebuah mobil keluarga berukuran MPV dengan daya tampung tujuh penumpang, konsumsi daya listrik mobil ini tergolong sangat irit.Ketika digunakan untuk melakukan perjalanan jarak jauh ke luar kota, seperti rute menuju Jawa Timur dengan mempertahankan kecepatan konstan di angka 80 hingga 90 kilometer per jam, tingkat konsumsi energinya mampu menyentuh angka impresif, yakni hanya 12 kWh per 100 kilometer.

Sementara itu, untuk penggunaan harian di dalam kota dengan rute acak dan kondisi jalan yang bervariasi, rata-rata konsumsi dayanya berada di kisaran 16 kWh hingga 17 kWh per 100 kilometer.Perbandingan Biaya Pengisian Daya Rumah vs BBM Pada dua bulan pertama setelah serah terima unit, Om Benz mengaku sempat mengandalkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk mengisi daya baterai mobilnya.

Namun, sejak bulan Februari hingga saat ini, seluruh aktivitas pengisian daya sepenuhnya ia lakukan secara mandiri di rumah dengan memanfaatkan fasilitas portable charger bawaan resmi dari Wuling.Menariknya, total pengeluaran yang dihabiskan untuk membeli token listrik khusus pengisian daya mobil ini hanya berkisar di angka Rp 300.000 saja per bulan . Angka pengeluaran bulanan ini tentu sangat kontras dengan pengeluaran saat ia masih menggunakan mobil konvensional terdahulu.

Sebagai perbandingan, saat masih menggunakan mobil BBM, Om Benz harus merogoh kocek kurang lebih hampir Rp 450.000 hanya untuk mengisi Pertalite dalam waktu satu minggu. Dengan kata lain, anggaran yang dahulu habis dalam waktu satu minggu untuk membeli BBM, kini setara dengan biaya konsumsi listrik mobil selama satu bulan penuh.Pajak Tahunan yang Murah dan Bebas Biaya ServisKeuntungan finansial yang didapatkan oleh pengguna Wuling Darion EV tidak berhenti pada biaya pengisian daya yang murah.

Pangkas anggaran terbesar juga disumbangkan oleh sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahunan serta pengeluaran untuk perawatan berkala.Berkat adanya kebijakan insentif khusus dari pemerintah bagi kepemilikan kendaraan listrik murni, nilai pajak tahunan yang harus dibayarkan untuk Darion EV terhitung sangat murah dan ramah kantong. Om Benz mencatatkan bahwa nilai pajak tahunan mobil listriknya hanya sebesar Rp 143.000 per tahun. Angka nominal pajak ini bahkan jauh lebih murah daripada pajak tahunan sebagian besar sepeda motor yang beredar di Indonesia.

Selain itu, pos pengeluaran untuk perawatan kendaraan di bengkel resmi juga tidak membebani pemilik. Sebab, hingga masa pemakaian dan jarak tempuh saat ini, biaya jasa maupun suku cadang untuk servis berkala Wuling Darion EV miliknya terpantau masih sepenuhnya gratis. Kombinasi antara efisiensi pengisian daya mandiri di rumah, pembebasan biaya servis, serta tarif pajak tahunan yang sangat minim pada akhirnya memberikan dampak yang sangat positif dalam meringankan pos pengeluaran bulanan para penggunanya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *