Sports
Socceroos Melaju ke Babak 32 Besar Setelah Bermain Imbang Tanpa Gol Kontra Paraguay, La Albirroja Jaga Asa Lolos

Semarang (usmnews) – Dikutip dari Kompas.com Pertandingan pamungkas di babak penyisihan Grup D Piala Dunia 2026 mempertemukan Tim Nasional Australia dengan Paraguay di Levi’s Stadium, Santa Clara. Laga yang berlangsung ketat ini berakhir dengan skor kacamata alias 0-0. Kendati tidak ada satu pun gol yang tercipta sepanjang sembilan puluh menit jalannya pertandingan, hasil imbang ini sudah lebih dari cukup untuk mengantarkan skuad Australia, yang dijuluki Socceroos, mengamankan tiket menuju babak 32 besar. Di sisi lain, Paraguay, yang dikenal dengan julukan La Albirroja, juga tetap menjaga asa mereka untuk melangkah ke fase gugur melalui jalur peringkat ketiga terbaik.
Secara kalkulasi poin di papan klasemen, kedua kesebelasan sebenarnya tidak berada dalam situasi yang wajib memenangkan pertandingan. Sejak sepak mula ditiup, hasil seri dinilai sudah memberikan keuntungan strategis bagi kedua belah pihak. Tambahan satu poin ini memastikan posisi Australia kokoh sebagai runner-up grup D. Sementara itu, Paraguay tertahan di peringkat ketiga, namun modal poin yang mereka miliki saat ini menempatkan mereka dalam posisi yang sangat diuntungkan untuk merebut slot lolos ke fase berikutnya.Walaupun hasil imbang sudah menguntungkan kedua tim, pertandingan sama sekali tidak berjalan membosankan. Benturan fisik dan adu strategi dengan intensitas tinggi kerap terjadi, terutama dalam perebutan dominasi di area lini tengah. Pada paruh pertama laga, Australia memegang kendali permainan dan tampil lebih menekan. Memasuki paruh kedua, giliran Paraguay yang mencoba keluar dari tekanan, membangun momentum kebangkitan, dan beberapa kali merepotkan barisan pertahanan lawan lewat pergerakan lincah sang penyerang, Julio Enciso.

Sejak awal babak pertama, Australia langsung tancap gas dengan menerapkan skema menyerang yang agresif. Saat pertandingan baru berjalan empat menit, Socceroos hampir saja membuka keunggulan melalui peluang emas yang didapatkan oleh Jackson Irvine. Peluang tersebut lahir dari sebuah skema kombinasi operan yang dibangun dengan apik oleh Alessandro Circati dan Cristian Volpato. Sayangnya, tendangan Irvine dari posisi sudut sempit di dalam kotak penalti masih sanggup diblok dan ditepis oleh penjaga gawang Paraguay, Orlando Gill.
Dominasi permainan Australia terus berlanjut berkat kerja sama yang dinamis di sektor sayap kanan antara Volpato dan Jordan Bos. Kolaborasi taktis kedua pemain ini berulang kali berhasil mengoyak dan meredam lini pertahanan Paraguay. Salah satu momen krusial terjadi pada menit ke-20 ketika Bos mengirimkan umpan silang yang sangat berbahaya ke area kotak penalti lawan. Namun sayang, umpan matang tersebut gagal dikonversi menjadi gol karena tidak ada satu pun pemain Australia di depan gawang yang berhasil menjangkau atau menyambar bola tersebut. Meskipun skuad Australia mendapatkan beberapa kesempatan melalui tendangan penjuru, eksekusi bola mati mereka selalu membentur tembok pertahanan lawan dan tidak membuahkan hasil signifikan.

Merespons gempuran dari Australia, kubu Paraguay memilih bermain lebih defensif dengan menerapkan formasi rapat lima bek. Mereka lebih banyak menunggu di area pertahanan sendiri sembari mengintai celah untuk melancarkan serangan balik cepat. Dalam skema ini, Julio Enciso menjadi sosok yang paling menonjol dan rajin dalam menginisiasi serangan balik dengan cara melebar ke sektor kiri pertahanan Australia. Kendati demikian, ruang geraknya berhasil dibatasi dengan baik berkat pengawalan ketat dan disiplin yang ditunjukkan oleh Jordan Bos.
Menjelang akhir babak pertama, tepatnya pada menit ke-36, Australia kembali mendapatkan peluang matang untuk memecah kebuntuan. Berawal dari aksi individu Bos yang melakukan tusukan dari sisi kanan lapangan setelah melakukan operan satu-dua dengan Volpato, ia melepaskan sepakan keras menggunakan kaki kirinya. Beruntung bagi Paraguay, kiper Orlando Gill tampil sigap dan kembali berhasil mengamankan bola dengan sempurna. Hingga wasit meniup peluit tanda turun minum, papan skor tetap tidak berubah, menutup babak pertama dengan hasil imbang tanpa gol.







