Nasional
Tiga Aksi Unjuk Rasa Bakal Kepung Jakarta Pusat Hari Ini, Ribuan Personel Polisi Disiagakan

Semarang,USM News- dikutip dari KOMPAS.com Kawasan Jakarta Pusat diprediksi akan mengalami peningkatan kepadatan aktivitas publik seiring dengan adanya rencana pelaksanaan tiga aksi demonstrasi secara bergantian pada hari Rabu (24/6/2026). Pihak kepolisian dari Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat telah mengonfirmasi agenda penyampaian pendapat di muka umum tersebut dan mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi potensi kemacetan di beberapa titik krusial. Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, memaparkan secara rinci mengenai jadwal, lokasi, serta estimasi pergerakan massa yang akan memadati wilayah ibu kota sepanjang hari ini.
Berdasarkan data yang dirilis pihak kepolisian, gelombang unjuk rasa akan dimulai secara simultan pada pagi hari, tepatnya pada pukul 10.00 WIB. Aksi demonstrasi pertama dipelopori oleh kelompok masyarakat yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Swadaya Masyarakat (DPD LSM) Pijar Keadilan Demokrasi. Massa dari aliansi ini dijadwalkan akan berkumpul dan menggelar orasinya di depan Kantor Komisi Yudisial Republik Indonesia yang berlokasi di Jalan Kramat Raya, kawasan Senen, Jakarta Pusat. Aksi di lokasi ini diperkirakan bakal menarik perhatian pengguna jalan yang melintasi jalur utama penghubung Salemba dan Senen tersebut.

Pada waktu yang bersamaan, yakni pukul 10.00 WIB, titik konsentrasi massa kedua juga akan terbentuk di wilayah administrasi Tanah Abang. Kelompok massa yang menamakan diri Dewan Pengurus Nasional Koalisi Nasional Reforma Agraria (DPN KNARA) bersiap melakukan unjuk rasa di depan Gedung Kantor Kementerian Kehutanan Republik Indonesia di Jalan Gatot Subroto. Mengingat Jalan Gatot Subroto merupakan salah satu urat nadi transportasi utama di Jakarta yang padat lalu lintas, aksi ini diproyeksikan berpotensi memicu perlambatan laju kendaraan, terutama bagi para pekerja yang melintas di sekitar area fungsional tersebut.
Setelah jeda siang, eskalasi penyampaian aspirasi akan berlanjut ke area ring satu ibu kota. Memasuki pukul 13.00 WIB, giliran Aliansi Cipayung Jakarta Barat bersama dengan sejumlah elemen gerakan kemahasiswaan dan masyarakat lainnya yang akan turun ke jalan. Mereka memfokuskan titik aksi di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan, tepatnya di seputar kawasan selatan Monumen Nasional (Monas), Kecamatan Gambir. Lokasi yang berdekatan dengan pusat pemerintahan dan balai kota ini dipastikan akan mendapat pengawalan ketat demi menjaga kondusivitas objek vital negara.

Guna mengantisipasi segala kemungkinan serta memastikan seluruh rangkaian aksi unjuk rasa berjalan dengan aman, tertib, dan damai, pihak kepolisian tidak mau kecolongan. Iptu Erlyn Sumantri menyebutkan bahwa sebanyak 1.597 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, serta aparat penegak hukum terkait dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah dikerahkan ke lapangan. Ribuan personel ini akan disebar secara taktis di tiga titik konsentrasi massa untuk melakukan pengamanan melekat serta mencegah terjadinya gesekan atau tindakan anarkis.
Terkait pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi unjuk rasa, Polres Metro Jakarta Pusat menerapkan kebijakan rekayasa arus yang bersifat situasional. Hal ini berarti penutupan jalan maupun pengalihan arus kendaraan baru akan diberlakukan apabila jumlah massa di lapangan sudah sangat padat dan tidak memungkinkan lagi untuk dilewati kendaraan umum. Oleh karena itu, Iptu Erlyn memberikan saran kepada segenap warga DKI Jakarta dan sekitarnya agar sebisa mungkin menghindari kawasan Kramat Raya, Gatot Subroto, dan Medan Merdeka Selatan sepanjang hari Rabu ini. Para pengendara sangat disarankan untuk mencari jalur alternatif guna menghindari jebakan macet dan memastikan kelancaran aktivitas harian mereka.






