Education
Tim PKM Universitas Semarang Dorong Kreativitas Siswa SMKN H. Moenadi Agribisnis Lewat Olahan Edamame

SEMARANG(usmnews) – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Semarang (OSM) menggelar aksi edukasi pangan di SMK Negeri H. Moenadi Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu (6/5/2026). Melalui kolaborasi dosen dan mahasiswa, mereka membagikan ilmu mengenai teknik penanganan pascapanen serta inovasi pengolahan komoditas edamame menjadi produk bernilai jual tinggi.
Edukasi yang berlangsung interaktif dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ini diikuti oleh 67 siswa jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP). Jalannya penyuluhan dipandu langsung oleh jajaran pakar FTP USM, di antaranya Ir. Dewi Larasati, M.Si., Prof. Dr. Ir. Rohadi, M.P., Dr. Ir. Bambang Kunarto, M.P., dan Ir. Ery Pratiwi, M.P. Aksi turun lapangan ini juga melibatkan dua mahasiswa Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, yakni Melati Dewi Aulia Utami dan Eka Laelatul Magfiroh yang mendampingi jalannya sesi praktik.
Kehadiran tim FTP USM disambut hangat oleh pihak sekolah. Kepala SMKN H. Moenadi, Mariati, S.Pd., M.Pd., hadir mendampingi para siswa bersama sejumlah guru produktif, seperti Taat Sutarso, S.TP., Sugiarto, S.TP., dan Mala. Dalam sesi materi, para siswa dibekali pengetahuan komprehensif mulai dari manajemen pascapanen edamame oleh Dewi Larasati, potensi produk pangan berklaim oleh Prof. Rohadi, hingga teknik pembuatan tepung edamame oleh Dr. Bambang Kunarto. Sementara pada sesi hilirisasi, Ir. Ery Pratiwi memimpin langsung praktik pembuatan cookies berbahan dasar edamame.
Dewi Larasati menjelaskan bahwa pembekalan ini sengaja menyasar siswa APHP guna menyokong visi sekolah dalam mencetak sumber daya manusia yang mandiri, terampil, dan berjiwa wirausaha di sektor agribisnis.
“Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap agar kompetensi dalam melaksanakan penanganan pascapanen dan pengolahan hasil pertanian dapat tercapai. Maka dari itu, perlu adanya penambahan ilmu pengetahuan dan keterampilan dalam hal penanganan pascapanen dan pengolahan edamame,” ujar Dewi.
Antusiasme peserta memuncak saat sesi pembuatan cookies dengan dua formulasi substitusi tepung edamame, yakni 10% dan 30%. Menariknya, para siswa cenderung lebih menyukai varian cookies 30% tepung edamame karena dinilai memiliki tekstur yang lebih lembut dan cita rasa yang lebih gurih. Menurut Mala, salah satu guru pendamping, pelatihan ini menjadi jawaban tepat bagi para siswa yang beberapa waktu lalu sempat memanen edamame namun hanya bisa menjualnya dalam bentuk mentah. Lewat sentuhan inovasi dari tim PKM USM, para siswa kini memiliki wawasan baru untuk menyulap hasil panen menjadi peluang usaha yang menjanjikan.

