Connect with us

International

Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing Bahas Isu Iran hingga Taiwan

Published

on

Semarang (usmnews)Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengadakan pertemuan tingkat tinggi dengan Xi Jinping di Beijing, Kamis (14/5/2026). Pertemuan dua pemimpin ekonomi terbesar dunia ini membahas agenda krusial, mulai dari isu Iran, sektor perdagangan, hingga persoalan Taiwan.

Presiden Xi Jinping menyambut Trump melalui upacara resmi di Aula Besar Rakyat pada pukul 10.00 waktu setempat. Selain pertemuan formal, kedua pemimpin menghadiri jamuan makan malam kenegaraan di lokasi yang sama. Trump juga menjadwalkan kunjungan ke Kuil Surga, situs warisan dunia yang menjadi tempat bersejarah bagi para kaisar China.

Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping

Dalam kunjungan dua hari ini, Trump membawa rombongan CEO papan atas, termasuk Jensen Huang dari Nvidia dan Elon Musk dari Tesla. Kehadiran para raksasa teknologi ini menjadi simbol harapan Trump untuk mencapai kesepakatan bisnis yang signifikan.

Sekitar 300 pemuda China menyambut kedatangan Trump dengan sorak-sorai sembari mengibarkan bendera kedua negara. Trump merespons sambutan hangat tersebut dengan mengepalkan tinju saat menuruni tangga pesawat. Kunjungan ini berlanjut hingga Jumat (15/5/2026), di mana kedua kepala negara dijadwalkan minum teh dan makan siang bersama.

Isu Strategis: Iran, Dagang, dan Taiwan

Perang melawan Iran menjadi sorotan utama karena mengancam posisi Trump dalam pembicaraan ini. Trump berharap dapat menekan China agar menghentikan pembelian minyak Iran yang terkena sanksi Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, berharap China memainkan peran aktif dalam meredam ketegangan di Teluk Persia.

Selain itu, agenda utama meliputi perang dagang yang memicu bea masuk tinggi antara kedua negara. Trump dan Xi menjadwalkan pembahasan perpanjangan gencatan senjata tarif selama satu tahun. Mengenai Taiwan, Trump berencana membahas penjualan senjata AS ke negara tersebut, sebuah langkah yang menantang pendirian historis Amerika Serikat.

Topik lain yang masuk dalam daftar pembahasan meliputi kontrol China atas ekspor logam tanah jarang dan persaingan kecerdasan buatan (AI). Kedua pemimpin berupaya menstabilkan hubungan yang sering memanas ini demi stabilitas ekonomi global. Trump juga berharap dapat menetapkan tanggal pasti kunjungan balasan Xi ke Amerika Serikat pada akhir 2026.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *