Education
Bahaya Gorengan Saat Buka Puasa

Semarang (usmnews) – Di lansir dari CNBC Banyak orang memilih gorengan sebagai menu buka puasa karena rasanya gurih dan mengenyangkan. Namun, camilan ini menyimpan kalori yang cukup tinggi. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut satu potong gorengan mengandung sekitar 100–150 kalori. Artinya, jika seseorang makan tiga potong sekaligus, ia bisa mengonsumsi hingga 400 kalori dalam sekali duduk.
Akibatnya, tubuh harus bekerja lebih keras untuk membakar energi tersebut. Bahkan, seseorang dengan berat 70 kilogram perlu berlari sekitar 5 kilometer untuk mengimbanginya. Karena itu, kebiasaan ini dapat mempercepat kenaikan berat badan dan memicu obesitas.
Proses Penggorengan Tingkatkan Risiko Kanker

Selain tinggi kalori, gorengan juga melewati proses memasak bersuhu sangat tinggi. Saat minyak dipanaskan berulang kali, makanan dapat menghasilkan senyawa berbahaya seperti akrilamida. Zat ini sering dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker. Oleh sebab itu, semakin sering seseorang mengonsumsi gorengan, semakin besar pula paparan zat tersebut ke dalam tubuh.
Lemak Trans Ganggu Kesehatan Jantung
Gorengan mengandung lemak jenuh dan lemak trans dalam jumlah tinggi. Lemak ini dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) di dalam darah. Selanjutnya, kolesterol bisa menumpuk di pembuluh darah dan menghambat aliran darah ke jantung. Jika kondisi ini terus berlanjut, risiko penyakit jantung dan tekanan darah tinggi pun meningkat.
Konsumsi Berlebihan Pada Saat Buka Puasa Picu Diabetes Tipe 2

Tak hanya itu, penelitian dari Shenzen University Health Science Center menunjukkan hubungan antara konsumsi gorengan berlebihan dan risiko diabetes tipe 2. Pola makan tinggi lemak dapat mengganggu sensitivitas insulin. Akhirnya, kadar gula darah sulit terkontrol.
Oleh karena itu, sebaiknya Anda membatasi konsumsi gorengan saat berbuka. Sebagai alternatif, pilih buah, kurma, atau makanan rebus agar tubuh tetap sehat selama Ramadan.







