Connect with us

Lifestyle

Waspadai Bahaya Tersembunyi: Deretan Makanan dan Minuman Populer yang Berisiko Merusak Kesehatan Usus Anda

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip Sindo.news Kesehatan sistem pencernaan, khususnya usus, memegang peranan vital dalam menjaga kebugaran tubuh secara menyeluruh. Usus bukan sekadar saluran pembuangan, melainkan pusat penyerapan nutrisi dan benteng pertahanan imun manusia. Namun, tanpa kita sadari, pola makan modern yang sering kita terapkan sehari-hari justru menjadi ancaman serius bagi organ ini. Berbagai jenis makanan dan minuman yang tampak lezat dan praktis ternyata menyimpan potensi bahaya yang dapat merusak lapisan usus serta mengganggu keseimbangan mikrobioma.

Menurut penjelasan dari pakar gastroenterologi, dr. Pratima Dibba, usus kita memiliki dinding pelindung yang sangat tipis. Fungsi utamanya adalah menjadi filter; ia menyerap nutrisi penting untuk dialirkan ke seluruh tubuh, sekaligus mencegah zat-zat beracun, bakteri jahat, atau partikel makanan yang tidak terurai masuk ke dalam aliran darah. Ketika dinding pelindung ini mengalami kerusakan atau peradangan, maka terjadilah kondisi yang mengganggu sistem metabolisme dan imunitas.

Salah satu musuh utama bagi kesehatan usus adalah konsumsi gula berlebih, terutama yang berasal dari minuman manis dan produk olahan. Minuman bersoda, jus buah kemasan dengan tambahan gula, hingga kopi kekinian sering kali mengandung pemanis buatan atau sirup jagung tinggi fruktosa. Gula yang berlebihan ini dapat memicu pertumbuhan bakteri jahat di dalam usus secara tidak terkendali. Akibatnya, bakteri baik yang berfungsi menjaga pencernaan akan kalah jumlah (ketidakseimbangan mikrobioma), yang memicu peradangan kronis pada dinding usus.

Selain minuman manis, makanan yang diproses secara berlebihan (ultra-processed foods) seperti kue-kue manis, biskuit, dan makanan ringan kemasan juga berkontribusi besar pada kerusakan usus. Makanan jenis ini umumnya rendah serat namun tinggi akan pengawet dan zat aditif. Serat sangat dibutuhkan oleh usus sebagai “makanan” bagi bakteri baik. Tanpa asupan serat yang cukup, ekosistem di dalam usus akan terganggu, yang pada jangka panjang dapat menyebabkan masalah seperti sindrom usus bocor (leaky gut) atau gangguan pencernaan lainnya.

Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk mulai lebih selektif dalam memilih apa yang masuk ke dalam tubuh. Mengurangi asupan gula tambahan dan beralih ke makanan utuh yang kaya serat, seperti buah-buahan segar dan sayuran, adalah langkah nyata untuk melindungi usus. Kesadaran akan bahaya “diam-diam” dari makanan olahan ini menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan jangka panjang, karena usus yang sehat adalah awal dari tubuh yang kuat.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *