Lifestyle
Waspada Bahaya Tersembunyi di Balik Gelas Kopi Sekali Pakai: Jutaan Mikroplastik Mengancam Kesehatan
Semarang (usmnews) — Kebiasaan menikmati kopi di pagi hari, terutama dengan memesan layanan bawa pulang (takeaway), telah menjadi bagian dari gaya hidup modern bagi banyak orang. Namun, di balik kenyamanan tersebut, terdapat ancaman kesehatan serius yang sering kali tidak disadari oleh para pecinta kopi.
Penggunaan gelas kopi sekali pakai, terutama yang berbahan plastik atau memiliki lapisan plastik di bagian dalamnya, ternyata menjadi jalur masuknya partikel mikroplastik ke dalam tubuh manusia dalam jumlah yang sangat besar.
Dilansir dari CNBC Indonesia, penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal bergengsi “Journal of Hazardous Materials: Plastics” mengungkap fakta mengejutkan mengenai fenomena ini.
Studi tersebut menunjukkan bahwa minuman panas yang dituangkan ke dalam wadah sekali pakai dapat memicu pelepasan ribuan hingga jutaan partikel mikroplastik secara instan. Partikel-partikel ini kemudian tercampur ke dalam kopi dan masuk ke sistem pencernaan peminumnya tanpa terlihat secara kasat mata.
Suhu panas diketahui menjadi faktor pemicu utama yang mempercepat pelepasan zat berbahaya ini. Para peneliti dalam laporan tersebut menegaskan bahwa material gelas memegang peranan krusial terhadap seberapa banyak partikel plastik yang akan luruh ke dalam minuman. Berdasarkan analisis terhadap 400 gelas kopi di Brisbane, Australia, ditemukan bahwa gelas plastik murni berbahan polyethylene memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan gelas kertas dengan lapisan plastik tipis.
Hasil pengujian menunjukkan perbedaan yang mencolok antara suhu dingin dan panas. Pada minuman bersuhu 60°C, pelepasan mikroplastik pada gelas plastik murni meningkat hingga 33 persen dibandingkan dengan minuman bersuhu 5°C. Sebagai gambaran yang mengkhawatirkan, jika seseorang mengonsumsi 300 ml kopi panas setiap hari menggunakan gelas plastik jenis ini, ia berpotensi menelan sekitar 363.000 partikel mikroplastik dalam kurun waktu satu tahun.
Mikroplastik sendiri merupakan partikel plastik berukuran sangat kecil, mulai dari 1 mikrometer hingga 5 milimeter. Keberadaan partikel ini telah ditemukan di berbagai ekosistem, makanan, air, bahkan hingga ke dalam jaringan tubuh manusia. Meskipun dampak jangka panjangnya masih terus diteliti secara mendalam oleh para ilmuwan, keberadaan benda asing ini di dalam tubuh tentu menimbulkan kekhawatiran terkait potensi gangguan kesehatan kronis.
Pelepasan partikel ini diperparah oleh tekstur permukaan bagian dalam gelas plastik yang sebenarnya tidak rata jika dilihat dengan teknologi pencitraan resolusi tinggi. Permukaan yang kasar dan penuh lekukan mikro membuat plastik mudah melunak dan mengembang saat terkena panas, yang kemudian menciptakan fragmen-fragmen kecil yang larut ke dalam kopi.
Untuk meminimalkan paparan mikroplastik, masyarakat disarankan untuk mulai beralih menggunakan wadah minuman yang lebih aman. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain membawa botol minum (tumbler) sendiri yang berbahan stainless steel, keramik, atau kaca.
Jika terpaksa menggunakan gelas sekali pakai, pilihlah gelas kertas tanpa lapisan plastik murni dan hindari menuangkan air dengan suhu mendidih langsung ke dalam wadah tersebut. Mengurangi kebiasaan menggunakan tutup gelas plastik juga dapat menjadi langkah kecil yang berdampak besar bagi kesehatan tubuh dan kelestarian lingkungan.