Lifestyle

Kapan Waktu Tepat Olahraga Saat Puasa?

Published

on

Semarang (usmnews) – Banyak orang menjadikan ibadah puasa sebagai alasan untuk “cuti” berolahraga. Padahal, berhenti total melakukan aktivitas fisik justru akan merugikan tubuh Anda. Kebugaran yang sudah Anda bangun berbulan-bulan bisa menurun drastis hanya dalam beberapa minggu jika Anda malas bergerak.

Dokter Spesialis Kesehatan Olahraga, dr. Andhika Raspati, Sp.KO, menegaskan bahwa kita harus tetap aktif selama bulan Ramadhan untuk menjaga stamina dan daya tahan tubuh. Kuncinya bukan pada berhenti latihan, melainkan menyesuaikan strategi dan waktu pelaksanaannya.

Anda perlu cerdas dalam memilih waktu agar ibadah puasa tidak terganggu. Berikut adalah tiga pilihan waktu olahraga beserta strategi yang bisa Anda terapkan sesuai kondisi tubuh.

1. Olahraga Pagi Setelah Sahur: Manfaatkan Sisa Energi

Waktu setelah sahur sebenarnya menjadi momen di mana tubuh memiliki cadangan energi paling maksimal karena baru saja mendapat asupan makanan. Anda bisa memanfaatkan waktu ini untuk bergerak.

Namun, Anda harus ekstra waspada. Mengingat waktu berbuka masih sangat lama, dr. Andhika memperingatkan agar Anda menghindari olahraga intensitas tinggi yang memicu keringat berlebih. Produksi keringat yang banyak di pagi hari akan mempercepat risiko dehidrasi.

Strategi: Lakukanlah olahraga ringan di dalam ruangan yang sejuk atau ber-AC. Fokuslah pada gerakan yang menjaga otot tetap aktif tanpa membuat napas terengah-engah atau baju basah kuyup oleh keringat.

2. Sore Menjelang Berbuka (Ngabuburit): Pilihan Paling Aman

Bagi sebagian orang, sore hari adalah waktu favorit. Namun, pahamilah bahwa pada jam-jam ini, tubuh Anda sedang dalam kondisi “baterai lemah” karena cadangan gula darah sudah menipis setelah seharian menahan lapar.

Karena kondisi energi yang minim tersebut, jangan sekali-kali memaksakan diri melakukan latihan beban berat atau kardio yang eksplosif.

Strategi: Pilihlah aktivitas dengan intensitas rendah (low intensity) seperti jalan santai, peregangan (stretching), atau joging lambat. Keuntungan utama berolahraga di waktu ini adalah kedekatannya dengan waktu berbuka. Begitu selesai berolahraga dan adzan Maghrib berkumandang, Anda bisa segera mengganti cairan tubuh yang hilang dan mengisi kembali tenaga.

3. Malam Hari Setelah Berbuka: Waktu untuk Intensitas Lebih Tinggi

Jika Anda ingin melakukan olahraga yang agak berat, malam hari adalah waktu yang paling tepat. Pada fase ini, tubuh sudah kembali mendapatkan asupan cairan dan nutrisi.

Akan tetapi, perhatikan pola makan Anda. Jangan langsung berolahraga saat perut begah atau kekenyangan karena bisa memicu kram perut dan gangguan pencernaan.

Strategi: Saat berbuka, batalkan puasa dengan air putih dan makanan ringan (takjil) seperti kurma atau buah untuk menaikkan gula darah. Laksanakan sholat Maghrib terlebih dahulu untuk memberi jeda pada perut, baru kemudian mulai berolahraga. Setelah sesi latihan selesai, barulah Anda bisa menyantap makan besar.

Kesimpulan

Tubuh setiap orang memiliki respon yang berbeda. Dr. Andhika menyarankan Anda untuk selalu mendengarkan sinyal tubuh sendiri. Tidak masalah kapan pun waktu yang Anda pilih, selama Anda menyesuaikan intensitas gerakannya. Dengan strategi yang tepat, puasa bukanlah halangan untuk mendapatkan tubuh yang bugar dan sehat.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version