Connect with us

Sports

Visi Besar FFI: Konsolidasi Kekuatan Asia di Jakarta demi Mendorong Futsal ke Panggung Olimpiade

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari okezone.com Federasi Futsal Indonesia (FFI), di bawah kepemimpinan Ketua Umum Michael Victor Sianipar, tengah melakukan manuver diplomatik yang signifikan dalam peta olahraga internasional. Memanfaatkan momentum emas sebagai tuan rumah Piala Asia Futsal 2026 (AFC Futsal Asian Cup), FFI tidak hanya berfokus pada kesuksesan penyelenggaraan pertandingan di lapangan, tetapi juga mengambil peran sentral dalam merancang masa depan futsal di tingkat benua. Turnamen bergengsi yang dijadwalkan berlangsung mulai 27 Januari hingga 7 Februari 2026 di dua arena ikonik, Indonesia Arena dan Jakarta Velodrome, dijadikan panggung strategis untuk menyatukan visi para pemangku kepentingan futsal se-Asia.

​Dalam langkah yang tergolong progresif dan tidak biasa, FFI berinisiatif mengundang para petinggi federasi futsal dari berbagai negara Asia untuk hadir secara langsung di Jakarta. Inisiatif ini melampaui kebiasaan turnamen pada umumnya, di mana interaksi internasional biasanya terbatas pada delegasi tim nasional yang bertanding. Michael Victor Sianipar menegaskan bahwa kehadiran para pemimpin federasi ini ditujukan untuk sebuah pertemuan tingkat tinggi yang dijadwalkan secara khusus pada tanggal 29 Januari 2026. Pertemuan ini telah mendapatkan respons yang sangat positif, dengan belasan federasi negara sahabat yang telah mengonfirmasi kehadiran mereka untuk duduk bersama di satu meja bundar.

​Agenda utama dari pertemuan akbar ini bukan sekadar silaturahmi formalitas, melainkan penyusunan sebuah “blueprint” atau rancangan induk pembangunan futsal Asia yang komprehensif. FFI menyadari bahwa untuk memajukan olahraga ini secara signifikan, pendekatan bilateral atau pembicaraan antar-negara saja tidak lagi cukup. Diperlukan kesepahaman kolektif dan strategi yang terstruktur agar ekosistem futsal di Asia dapat berkembang lebih pesat, baik dari sisi prestasi atlet maupun keberlanjutan industrinya. Langkah ini menempatkan Indonesia bukan hanya sebagai penyelenggara acara, melainkan sebagai inisiator perubahan dan pemimpin diskusi strategis di kawasan ini.

​Visi jangka panjang yang diusung oleh Michael Victor Sianipar dan FFI sangatlah ambisius namun realistis, mengingat pertumbuhan pesat industri futsal belakangan ini. FFI bertekad menggunakan forum ini untuk membangun koalisi yang kuat guna melobi otoritas olahraga yang lebih tinggi, seperti Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan Dewan Olimpiade Asia (OCA). Tujuan utamanya adalah meningkatkan status futsal agar dapat dipertandingkan dalam ajang multievent paling bergengsi, yakni Asian Games, dan pada akhirnya menembus panggung tertinggi olahraga dunia, Olimpiade. Michael menilai futsal sudah memiliki daya tarik industri dan basis massa yang cukup besar untuk layak mendapatkan tempat di ajang-ajang tersebut.

​Lebih lanjut, Michael menekankan bahwa impian besar untuk melihat futsal sejajar dengan cabang olahraga Olimpiade lainnya tidak dapat dicapai jika Indonesia bergerak sendirian. Dibutuhkan dorongan masif, kerja sama solid, dan suara yang bulat dari seluruh komunitas futsal Asia untuk meyakinkan dunia internasional. Oleh karena itu, momentum Piala Asia 2026 di Jakarta dianggap sebagai titik tolak krusial untuk memulai gerakan ini. Dengan menyatukan kekuatan Asia di Jakarta, FFI berharap dapat meletakkan pondasi sejarah baru di mana futsal mendapatkan pengakuan global yang layak didapatkannya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *