Nasional
Visi Besar di Davos: Presiden Prabowo Targetkan Program Makan Bergizi Gratis Lampaui Skala Global McDonald’s

Semarang (usmnews) – Dikutip dari nasional.kompas.com Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan pernyataan yang sangat ambisius saat berbicara dalam forum ekonomi paling bergengsi di dunia, World Economic Forum (WEF) 2026 yang berlangsung di Davos, Swiss. Dalam sesi pidatonya, Presiden Prabowo memaparkan strategi nasional Indonesia dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal yang paling mencuri perhatian para pemimpin dunia dan investor global adalah keberanian Presiden dalam membandingkan skala program domestik tersebut dengan raksasa kuliner dunia, McDonald’s.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa jumlah porsi makanan yang didistribusikan melalui program MBG setiap harinya diproyeksikan akan melampaui total porsi yang disajikan oleh jaringan restoran cepat saji McDonald’s di seluruh dunia. Analogi ini digunakan bukan tanpa alasan; Presiden ingin memberikan gambaran nyata kepada komunitas internasional mengenai betapa masifnya skala logistik dan operasional yang sedang dibangun oleh Pemerintah Indonesia. Dengan target menjangkau sekitar 80 juta penerima manfaat—yang terdiri dari anak sekolah, balita, hingga ibu hamil—program ini bukan lagi sekadar kebijakan sosial biasa, melainkan operasi kemanusiaan dan ekonomi terbesar yang pernah dilakukan secara mandiri oleh sebuah negara berkembang.

Lebih lanjut, Presiden menjelaskan bahwa program MBG adalah instrumen strategis untuk mengatasi masalah stunting dan gizi buruk yang selama ini menjadi penghambat daya saing bangsa. Namun, di balik misi kesehatan tersebut, terdapat mesin ekonomi yang luar biasa. Prabowo memaparkan konsep multiplier effect (efek pengganda) dari program ini. Dengan kebutuhan bahan baku makanan yang sangat besar setiap harinya, pemerintah tidak akan mengandalkan impor, melainkan menyerap hasil produksi dari petani, peternak, dan nelayan lokal di setiap daerah.
Operasional program ini akan dikelola melalui ribuan Satuan Pelayanan (Satpel) yang tersebar hingga ke pelosok nusantara. Kehadiran Satpel ini secara otomatis akan menghidupkan ekosistem UMKM di pedesaan, menciptakan lapangan kerja baru bagi jutaan tenaga kerja, serta memastikan sirkulasi uang tetap berada di tingkat akar rumput. Di hadapan para audiens di Davos, Prabowo meyakinkan bahwa investasi besar-besaran pada sektor makanan ini akan meningkatkan Human Capital Index Indonesia secara drastis dalam satu dekade ke depan, yang pada gilirannya akan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional menuju target Indonesia Emas 2045.

Pernyataan ini seolah menjadi pesan kuat kepada dunia bahwa Indonesia tidak hanya siap menjadi pasar global, tetapi juga mampu mengelola program kesejahteraan rakyat dengan manajemen logistik yang canggih dan berdampak luas. Inisiatif MBG ini kini menjadi salah satu pilar utama diplomasi ekonomi Indonesia yang menunjukkan bahwa kedaulatan pangan dan kualitas hidup rakyat adalah fondasi utama bagi stabilitas dan kemajuan ekonomi di masa depan







