Blog
Upaya Normalisasi Sungai Tlogosari: Sinergi Kelurahan dalam Menghalau Banjir akibat Tumpukan Sampah
Semarang (usmnews) – Dikutip dari radarsemarang, Masalah klasik drainase yang tersumbat kembali menghantui warga di kawasan Tlogosari, Semarang. Pada awal Januari 2026, kondisi Sungai Tengah yang melintasi wilayah Tlogosari dilaporkan berada dalam keadaan memprihatinkan akibat banyaknya timbunan sampah dan endapan sedimen yang menghambat laju air.
Menanggapi situasi yang mengancam keselamatan lingkungan ini, petugas gabungan serta perangkat Kelurahan Muktiharjo Kidul dan Tlogosari Kulon melakukan aksi nyata dengan menggelar kerja bakti pembersihan sungai pada Senin, 5 Januari 2026.
Kegiatan yang dipantau langsung oleh aparat setempat ini bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah preventif yang krusial. Sebagaimana dilaporkan oleh Figur Ronggo Wassalim dari Radar Semarang, pembersihan difokuskan pada pengangkatan material sampah rumah tangga serta pengerukan sedimen lumpur yang telah mendangkal. Tujuannya sangat jelas: memastikan aliran sungai kembali lancar sebelum intensitas hujan semakin tinggi di puncak musim penghujan.
Lurah Muktiharjo Kidul, Sofia Ernawati, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap posisi geografis wilayahnya yang secara alami memang rawan akan genangan air. Ia menjelaskan bahwa Muktiharjo Kidul berada di dataran yang lebih rendah, sehingga berfungsi layaknya cekungan yang menampung limpasan air dari wilayah sekitarnya.
“Ketika hujan turun dalam durasi yang cukup lama, air di sungai yang tersumbat ini akan cepat naik dan meluber hingga menggenangi jalan-jalan di pemukiman,” ujar Sofia. Dengan dilakukannya normalisasi mandiri ini, diharapkan aliran air tidak lagi terhambat dan genangan yang muncul saat hujan dapat segera surut dengan lebih cepat.
Salah satu dampak yang paling nyata dari tersumbatnya Sungai Tengah ini terlihat di ruas Jalan Sido Mukti dan Jalan Sido Luhur. Kedua jalan tersebut menjadi titik langganan banjir karena posisinya yang masih sangat rendah dan hingga saat ini belum tersentuh proyek peninggian jalan oleh pemerintah kota. Kondisi jalan yang rendah dipadukan dengan saluran air yang penuh sampah menjadi kombinasi buruk yang mengakibatkan mobilitas warga sering terganggu setiap kali hujan deras mengguyur.
Keberadaan sampah di aliran sungai ini juga mencerminkan tantangan besar dalam kesadaran masyarakat. Meskipun petugas kelurahan rutin melakukan pembersihan, perilaku membuang sampah ke aliran sungai masih menjadi pekerjaan rumah yang tak kunjung usai. Tumpukan plastik, limbah domestik, hingga material kayu sering ditemukan menyumbat pintu-pintu air dan jembatan kecil di sepanjang aliran Tlogosari.
Secara keseluruhan, inisiatif yang dilakukan oleh pihak Kelurahan Muktiharjo Kidul dan Tlogosari Kulon ini menegaskan bahwa penanganan banjir di Semarang tidak bisa hanya mengandalkan proyek besar dari pemerintah pusat atau Dinas Pekerjaan Umum semata. Diperlukan kolaborasi aktif di tingkat akar rumput untuk menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri.
Langkah normalisasi ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi warga Tlogosari di tengah cuaca ekstrem, sembari menunggu solusi jangka panjang berupa perbaikan infrastruktur jalan dan sistem drainase yang lebih terintegrasi dari Pemerintah Kota Semarang. Dengan aliran sungai yang bersih, risiko banjir yang merusak properti dan mengganggu kesehatan masyarakat diharapkan dapat diminimalisasi secara signifikan.