Nasional
UNDIP Hadirkan D’Biscu untuk Bantu Cegah Stunting Sejak Masa Kehamilan
Semarang (usmnews) – Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali menghadirkan inovasi di bidang kesehatan melalui pengembangan produk pangan fungsional bernama D’Biscu, yaitu biskuit khusus untuk ibu hamil yang dirancang sebagai upaya membantu mencegah stunting sejak masa kehamilan. Produk ini dikembangkan oleh tim dosen Program Studi Gizi Fakultas Kedokteran UNDIP dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang kaya akan nutrisi. Inovasi tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung program pemerintah menurunkan angka stunting di Indonesia melalui pendekatan pemenuhan gizi sejak awal kehidupan.
D’Biscu dibuat menggunakan tiga bahan utama, yaitu jahe, kacang hijau, dan kacang merah. Ketiga bahan tersebut dipilih karena memiliki kandungan gizi yang dibutuhkan oleh ibu hamil dan janin. Jahe diketahui bermanfaat membantu mengurangi keluhan mual atau morning sickness yang umum dialami pada trimester pertama kehamilan.
Sementara itu, kacang hijau dan kacang merah merupakan sumber protein nabati, zat besi, folat, serat, serta berbagai mineral penting yang berperan dalam mendukung pertumbuhan janin, menjaga kesehatan ibu, sekaligus membantu mencegah anemia selama masa kehamilan. Selain itu, D’Biscu juga diperkaya dengan berbagai vitamin dan mineral esensial untuk melengkapi kebutuhan gizi ibu hamil.
Ketua tim peneliti, Prof. Diana Nur Afifah, menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan melalui pemenuhan asupan gizi yang baik. Menurutnya, D’Biscu bukan sekadar produk pangan tambahan, tetapi juga menjadi hasil kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri dalam menghasilkan inovasi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjadi contoh pengembangan pangan fungsional berbasis bahan lokal yang dapat diterapkan secara lebih luas di berbagai daerah di Indonesia.
Sebelum dipasarkan kepada masyarakat, D’Biscu telah melalui berbagai tahapan penelitian dan pengembangan, mulai dari uji laboratorium, penyempurnaan formulasi, hingga uji penerimaan konsumen. Produk ini juga telah digunakan dalam program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil di Kota Semarang. Implementasinya melibatkan 37 puskesmas yang tersebar di 16 kecamatan dengan sasaran sekitar 185 ibu hamil. Selain memperoleh edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi selama kehamilan, para peserta juga mendapatkan D’Biscu sebagai makanan tambahan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi selama periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan.
Dari sisi legalitas, D’Biscu telah memenuhi sejumlah persyaratan penting, di antaranya memiliki sertifikat halal, memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), serta mengantongi izin edar dari BPOM. Hal tersebut menunjukkan bahwa produk ini telah memenuhi standar keamanan, mutu, dan kelayakan untuk dikonsumsi masyarakat. Dengan memanfaatkan bahan baku lokal yang mudah diperoleh, D’Biscu juga diharapkan mampu menjadi alternatif pangan tambahan yang lebih terjangkau sekaligus mendukung pemberdayaan potensi pangan Indonesia.
Keberhasilan implementasi di Jawa Tengah mendorong pengembangan D’Biscu ke wilayah lain di Indonesia. Saat ini, produk tersebut dipersiapkan sebagai bagian dari intervensi gizi dalam program Ekspedisi Patriot 2026 yang akan dilaksanakan di Kecamatan Senggi, Kabupaten Keerom, Papua. Langkah tersebut menjadi bukti bahwa hasil riset perguruan tinggi dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak. Melalui inovasi seperti D’Biscu, diharapkan upaya pencegahan stunting dapat dilakukan lebih efektif sejak masa kehamilan sehingga mampu melahirkan generasi yang lebih sehat dan berkualitas di masa mendatang.