Business
UMKM Terdampak Banjir Sumatra Dapat Restrukturisasi-Pemutihan Kredit

Jakarta, (USMNEWS),- Dikutip dari CNN Indonesia,Pemerintah Siapkan Relaksasi Kredit Otomatis Bagi UMKM Terdampak Bencana SumatraMenteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan bahwa para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang terdampak bencana akan mendapatkan relaksasi kredit secara otomatis sesuai regulasi yang berlaku.Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan skema keringanan yang mencakup restrukturisasi hingga penghapusan kredit macet bagi debitur di wilayah yang terkena dampak.
“Ya, nanti kan kita sudah memberikan relaksasi untuk UMKM. Regulasinya sudah ada dan itu bisa berlaku otomatis,” ujar Airlangga di Jakarta Selatan, Kamis (4/12). Ia menegaskan opsi penghapusan kredit macet juga termasuk dalam skema yang dapat diakses oleh debitur. Kajian Otoritas Jasa Keuangan (OJK)Pernyataan Airlangga sejalan dengan langkah yang sedang diambil oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang saat ini tengah mengkaji pemberlakuan restrukturisasi kredit bagi UMKM yang terdampak banjir dan longsor.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menyampaikan bahwa OJK sedang menghimpun data dan menilai kemungkinan implementasi kebijakan melalui Peraturan OJK (POJK) Nomor 19 Tahun 2022.Aturan tersebut memuat berbagai opsi keringanan yang dapat diberikan oleh perbankan dan perusahaan pembiayaan kepada debitur. Mahendra menekankan bahwa setelah kajian selesai, lembaga keuangan wajib mengikuti ketentuan yang ditetapkan.
OJK memiliki kerangka aturan dalam POJK 19/2022 untuk memberikan perlakuan khusus bagi lembaga jasa keuangan di daerah bencana. Penetapan wilayah terdampak akan mempertimbangkan tujuh aspek, termasuk luas wilayah, korban jiwa, kerugian materiil, hingga persentase kredit debitur yang terdampak.Terkait dengan kemungkinan pemberian santunan dalam jumlah besar seperti yang dilakukan Thailand atau potensi penurunan pertumbuhan ekonomi di tiga provinsi tersebut, Airlangga menyatakan hal tersebut masih akan dilihat perkembangannya lebih lanjut.







