Nasional
Transformasi Sektor Keuangan: Danantara Targetkan Penyederhanaan BUMN Asuransi Menjadi Tiga Entitas pada 2026

Semarang (usmnews) – Dikutip dari liputan6.com,Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, atau yang kini dikenal luas sebagai Danantara Indonesia, tengah melakukan langkah revolusioner dalam menata ulang portofolio bisnis negara.
Di bawah komando Chief Operating Officer (COO) Dony Oskaria, instansi ini menetapkan target ambisius untuk merampingkan struktur perusahaan asuransi milik negara (BUMN). Jika saat ini terdapat sekitar 15 perusahaan asuransi yang beroperasi secara terpisah, Danantara memproyeksikan proses konsolidasi besar-besaran ini akan tuntas pada tahun 2026, menyisakan hanya tiga entitas utama yang lebih kuat dan fokus.
Langkah strategis ini bukan sekadar upaya pengecilan jumlah perusahaan, melainkan sebuah desain ulang struktural untuk menciptakan efisiensi dan tata kelola yang jauh lebih baik. Menurut rencana yang dipaparkan oleh Dony Oskaria dalam forum bertajuk “Danantara: Menggerakkan Raksasa, Menyalakan Mesin Ekonomi Indonesia”, tiga entitas hasil konsolidasi tersebut nantinya akan dipisahkan berdasarkan spesialisasi layanan inti, yakni:
- Asuransi Jiwa, yang akan mengonsolidasikan seluruh fungsi perlindungan jiwa dan dana pensiun.
- Asuransi Umum, yang berfokus pada perlindungan aset, kerugian, dan risiko umum lainnya.
- Asuransi Kredit, yang berfungsi untuk mendukung sektor pembiayaan dan penjaminan.
Khusus untuk sektor asuransi kredit, Danantara saat ini tengah melakukan peninjauan mendalam bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini dikarenakan adanya kebutuhan untuk memisahkan secara tegas antara fungsi asuransi kerugian umum dengan fungsi penjaminan murni, guna memitigasi risiko sistemik yang mungkin timbul di masa depan.

Memperbaiki Tata Kelola dan Mengatasi Tantangan
Keputusan untuk melakukan konsolidasi ini didorong oleh realitas bahwa sektor asuransi BUMN saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan yang kompleks. Dony mengakui bahwa persoalan yang membelit banyak perusahaan asuransi plat merah tidaklah sedikit, baik dari sisi kesehatan finansial maupun manajemen risiko. Oleh karena itu, dalam sebulan terakhir, koordinasi intensif dengan OJK telah dilakukan untuk memetakan setiap masalah secara mendetail.
Melalui konsolidasi ini, diharapkan adanya standarisasi tata kelola (good corporate governance) yang lebih ketat. Dengan jumlah perusahaan yang lebih sedikit namun memiliki aset yang terkonsentrasi, pemerintah melalui Danantara akan lebih mudah dalam melakukan pengawasan dan memastikan bahwa setiap entitas memiliki daya saing yang setara dengan perusahaan asuransi global.
Danantara sebagai Instrumen Strategis Nasional
Visi besar di balik pembentukan Danantara sendiri telah diperkenalkan oleh Presiden Prabowo Subianto di panggung dunia, tepatnya dalam World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss. Presiden menekankan bahwa Danantara dirancang untuk menjadi Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia yang tangguh dengan aset kelolaan yang ditargetkan mencapai angka fantastis, yakni USD 1 triliun.
Penyederhanaan BUMN asuransi merupakan salah satu bagian dari peta jalan besar Danantara untuk menjadikan Indonesia sebagai mitra investasi yang setara di kancah internasional. Dengan sistem keuangan yang lebih sehat dan industri asuransi yang stabil, Danantara diharapkan mampu menjadi motor penggerak bagi industri masa depan, swasembada pangan, hingga ketahanan energi nasional.

Kesimpulan
Transformasi yang dijadwalkan rampung pada 2026 ini menandai babak baru bagi industri asuransi Indonesia. Dengan menggabungkan 15 perusahaan menjadi tiga kekuatan utama, Danantara tidak hanya ingin menyelamatkan BUMN yang sedang bermasalah, tetapi juga membangun fondasi yang kokoh agar sektor asuransi nasional dapat berkontribusi maksimal terhadap pertumbuhan ekonomi nasional di bawah pengawasan yang lebih transparan dan profesional. Penguatan ini menjadi krusial agar kepercayaan masyarakat terhadap layanan perlindungan asuransi milik negara tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global.







