Business

Transformasi Raksasa Elektronik: Ambisi Polytron Merambah Kendaraan Listrik di Bawah Naungan Hartono Bersaudara

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari detik.com Polytron, nama besar dalam industri elektronik tanah air, kini tengah melakukan lompatan strategis yang signifikan. Perusahaan yang selama puluhan tahun dikenal sebagai penyedia perabotan elektronik rumah tangga ini resmi melebarkan sayap bisnisnya ke sektor otomotif masa depan, yakni kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) roda empat. Langkah berani ini tidak hanya menandai evolusi teknologi perusahaan, tetapi juga menegaskan visi jangka panjang dari para pemilik di balik layar, yakni Hartono bersaudara.Jejak Kekaisaran Bisnis DjarumMungkin belum banyak masyarakat umum yang menyadari bahwa Polytron adalah salah satu permata dalam mahkota bisnis Grup Djarum. Dimiliki oleh dua orang terkaya di Indonesia, Robert Budi Hartono dan Michael Budi Hartono, Polytron berdiri kokoh dengan dukungan finansial dan manajerial yang kuat.

Di bawah tangan dingin Hartono bersaudara, Djarum telah bertransformasi dari sekadar perusahaan rokok menjadi sebuah konglomerasi raksasa yang menggurita. Portofolio investasi mereka sangat beragam, mencakup sektor perbankan (BCA), properti, agrobisnis, multimedia, hingga elektronik melalui Polytron. Diversifikasi ini menunjukkan kepiawaian mereka dalam membaca peluang pasar dan tidak bergantung pada satu lini bisnis saja. Perjalanan Polytron dimulai hampir setengah abad yang lalu, tepatnya pada 16 Mei 1975 di Kudus, Jawa Tengah. Pada masa-masa awal perintisannya, perusahaan ini mengusung nama PT Indonesian Electronic & Engineering. Seiring berjalannya waktu dan penyesuaian strategi korporasi, nama perusahaan mengalami perubahan menjadi PT Hartono Istana Electronic pada 18 September 1976, sebelum akhirnya melakukan merger dan dikenal dengan nama resmi saat ini, PT Hartono Istana Teknologi. Kualitas produk Polytron telah teruji oleh waktu dan pasar.

Foto: Dok. Polytron

Tidak hanya menjadi tuan rumah di negeri sendiri, eksistensi produk-produk Polytron telah diakui di kancah internasional. Distribusi produknya telah menembus pasar Asia Tenggara, Timur Tengah, hingga ke benua Eropa, membuktikan bahwa produk rakitan Kudus mampu bersaing dengan merek global. Evolusi Inovasi: Berdasarkan catatan sejarah perusahaan, televisi menjadi produk perdana yang memperkenalkan Polytron kepada masyarakat Indonesia. Kesuksesan ini dilanjutkan dengan peluncuran audio compo pada tahun 1984 yang sangat ikonik pada zamannya. Tidak berhenti di situ, lini produksi terus berkembang mencakup peralatan rumah tangga modern seperti kulkas, mesin cuci, hingga merambah ke sektor telekomunikasi dengan memproduksi ponsel sejak tahun 2011.

Kini, seiring dengan tuntutan zaman akan energi hijau, Polytron turut ambil bagian dalam pengembangan produk kesehatan dan kendaraan listrik. Fokus perusahaan pada Research & Development (R&D) menjadi kunci utama dalam mencapai visi ini. Untuk mendukung operasional raksasa ini, Polytron mengoperasikan tiga pabrik utama yang strategis di Jawa Tengah: dua pabrik berlokasi di Kudus (area Krapyak dan Sidorekso) serta satu pabrik besar di Sayung, Demak. Infrastruktur ini menjadi tulang punggung Polytron dalam mewujudkan ambisi barunya di industri kendaraan listrik roda empat.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version