Tech

Transformasi Pandangan: Bagaimana Video Game Mampu Meremajakan Otak hingga Empat Tahun

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari tekno.kompas.com Selama bertahun-tahun, aktivitas bermain video game sering kali mendapatkan stigma negatif di masyarakat. Banyak orang tua maupun pemerhati pendidikan yang memandang hobi ini sebagai kegiatan yang membuang-buang waktu, tidak produktif, bahkan dianggap dapat merusak pola pikir. Namun, seiring dengan berkembangnya ilmu saraf dan teknologi, pandangan konservatif tersebut mulai terpatahkan oleh berbagai temuan ilmiah terbaru.

Salah satu laporan menarik yang dilansir oleh Kompas Tekno mengungkapkan bahwa bermain video game, khususnya genre tertentu, ternyata memiliki dampak yang sangat positif bagi kesehatan kognitif. Berdasarkan riset mendalam, aktivitas ini diklaim mampu membuat otak seseorang berfungsi jauh lebih efisien, bahkan tampak hingga empat tahun lebih muda dibandingkan dengan usia kronologis aslinya. Fenomena ini memberikan sudut pandang baru bahwa konsol atau PC bukan sekadar alat hiburan, melainkan bisa menjadi sarana latihan otak yang mumpuni.

Rahasia di Balik Efisiensi Kognitif

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal NeuroImage pada tahun 2024 ini menyoroti bagaimana struktur permainan memengaruhi cara kerja saraf. Aaron Seitz, seorang profesor psikologi sekaligus direktur Brain Game Center for Mental Fitness and Well-being di Northeastern University, menjelaskan bahwa video game sebenarnya adalah bentuk latihan keterampilan yang sangat kompleks. Berbeda dengan aplikasi “pelatihan otak” sederhana yang banyak beredar di pasar, video game modern menuntut pemainnya untuk memproses informasi dalam jumlah besar secara simultan.

Dalam wawancaranya, Seitz menekankan bahwa pemain game secara tidak langsung melatih otak mereka untuk beradaptasi dengan lingkungan yang sangat dinamis dan penuh tekanan. Kemampuan untuk menyaring informasi penting di tengah gangguan adalah salah satu aspek yang membuat otak tetap tajam dan awet muda.

Mengapa Game Strategi Seperti StarCraft II Sangat Berpengaruh?

Studi tersebut secara khusus menggunakan StarCraft II, sebuah permainan bergenre Real-Time Strategy (RTS), sebagai objek penelitian utama. Game ini bukan sekadar klik sana-sini; ia memaksa pemain untuk mengelola sumber daya, mengoordinasikan pasukan di berbagai titik peta, dan mengambil keputusan strategis dalam hitungan detik.

Para peneliti, termasuk C. Shawn Green dari University of Wisconsin–Madison, menemukan bahwa genre strategi dan action memberikan stimulasi kognitif yang jauh lebih konsisten dibandingkan game yang memiliki aturan statis atau tempo lambat. Pada game RTS, otak dipacu untuk melakukan “multitasking” tingkat tinggi. Gamer harus memikirkan rencana jangka panjang sambil bereaksi terhadap serangan mendadak musuh. Latihan mental intensif inilah yang secara fisik dan fungsional mengubah profil otak menjadi lebih efisien dan tangkas, mirip dengan kondisi otak orang yang berusia beberapa tahun lebih muda.

Perbedaan dengan Latihan Otak Konvensional

Satu poin krusial yang diangkat adalah keunggulan video game dibandingkan aplikasi brain training khusus. Banyak aplikasi latihan otak dirancang terlalu sederhana dan membosankan, sehingga otak tidak benar-benar tertantang. Sebaliknya, video game menawarkan keterlibatan emosional dan tingkat kesulitan yang terus meningkat (leveling), yang memaksa otak untuk terus berevolusi dan tidak berada di zona nyaman.

Kesimpulan dan Kebijaksanaan dalam Bermain

Meskipun manfaatnya sangat menggiurkan, para ahli tetap memberikan catatan penting mengenai keseimbangan. Manfaat “peremajaan” otak ini akan optimal jika dibarengi dengan gaya hidup sehat lainnya dan tidak dilakukan secara berlebihan. Bermain video game sebaiknya menjadi bagian dari variasi aktivitas kognitif, bukan satu-satunya kegiatan sehari-hari.

Dengan adanya temuan ini, video game kini mulai diakui sebagai alat potensial untuk menjaga kesehatan mental dan kognitif di masa depan. Bagi para gamer, kabar ini tentu menjadi validasi bahwa hobi mereka, jika dikelola dengan bijak, adalah investasi bagi ketajaman otak di masa tua.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version