International
Tragedi Wang Fuk Court: Bara Api Melahap Tujuh Gedung Tinggi Hong Kong, Puluhan Tewas dan Ratusan Hilang

Hongkong (usmnews) – Dikutip dari Sindonews.com Sebuah bencana kemanusiaan yang memilukan mengguncang Hong Kong pada akhir November 2025. Kebakaran berskala masif melanda kompleks perumahan bertingkat tinggi di distrik utara Tai Po, tepatnya di kawasan Wang Fuk Court. Insiden yang disebut-sebut sebagai kebakaran terburuk dalam beberapa dekade terakhiTragedi Wang Fuk Court: Bara Api Melahap Tujuh Gedung Tinggi Hong Kong, Puluhan Tewas dan Ratusan Hilangr di kota otonomi khusus tersebut telah mengakibatkan kehancuran luar biasa pada tujuh gedung apartemen.
Berdasarkan laporan resmi per hari Kamis, 27 November 2025, api yang mulai berkobar sejak hari Rabu sebelumnya telah merenggut nyawa sedikitnya 44 orang. Di antara para korban tewas, tercatat adanya personel pemadam kebakaran yang gugur saat bertugas. Situasi di lapangan masih sangat kacau, dengan ratusan warga lainnya dilaporkan masih hilang. Angka korban jiwa dikhawatirkan masih dapat bertambah mengingat proses pencarian masih berlangsung di tengah reruntuhan yang berbahaya.

Kronologi dan Penyebab Awal Menurut investigasi awal, neraka api ini bermula dari perancah bambu (bamboo scaffolding) yang terpasang di bagian eksterior bangunan untuk keperluan perawatan gedung. Dinas Pemadam Kebakaran setempat mencatat bahwa api dengan cepat menyebar dari perancah tersebut, dipicu oleh angin kencang yang membawa puing-puing terbakar dari satu blok ke blok lainnya.
Saksi mata di lokasi kejadian menggambarkan suasana yang mencekam; terdengar suara retakan keras—kemungkinan dari bambu yang meledak karena panas—sebelum asap tebal dan lidah api membumbung tinggi ke langit malam, menciptakan pemandangan cahaya jingga yang mengerikan.
Derek Armstrong Chan, wakil direktur operasi pemadam kebakaran, mengungkapkan tantangan berat yang dihadapi tim penyelamat. Suhu panas yang ekstrem di lokasi kejadian membuat beberapa lantai tidak dapat dijangkau, menghambat upaya penyelamatan warga yang terperangkap dan berteriak meminta tolong. Meski demikian, api di tiga gedung dilaporkan mulai terkendali sesaat setelah tengah malam.
Dampak Sosial dan Kesaksian WargaKompleks Wang Fuk Court sendiri merupakan hunian padat yang mencakup sekitar 2.000 unit apartemen. Salah satu warga selamat bernama Yuen (65 tahun), yang telah tinggal di sana selama empat dekade, menuturkan kisah pilu. Menurutnya, banyak jendela apartemen dalam kondisi tertutup rapat karena sedang ada proses renovasi, sehingga banyak penghuni—terutama lansia yang memiliki keterbatasan gerak—tidak menyadari adanya kebakaran hingga tetangga mereka menelepon untuk memberitahu agar segera evakuasi.

Tragedi ini telah memaksa lebih dari 900 orang mengungsi ke tempat penampungan sementara. Di pusat-pusat pengungsian ini, suasana duka sangat terasa di mana warga terus berdatangan hingga larut malam untuk melaporkan anggota keluarga mereka yang belum ditemukan jejaknya.
Respon Pemerintah dan Penegakan HukumDi tengah situasi genting ini, kepolisian Hong Kong mengumumkan telah menangkap tiga orang tersangka yang diduga memiliki keterkaitan dengan penyebab tragedi tersebut, meskipun detail tuduhan spesifik belum dipublikasikan. Pemerintah juga berjanji akan menyelidiki material bangunan di bagian luar gedung yang diduga mempercepat rambatan api.
Secara politik, bencana ini mendapat perhatian penuh dari Beijing. Presiden China Xi Jinping menyampaikan duka cita mendalam dan mendesak otoritas setempat untuk melakukan segala upaya guna meminimalkan korban jiwa dan kerusakan properti. Kepala Eksekutif Hong Kong, John Lee, menegaskan bahwa penanganan bencana kini menjadi prioritas utama pemerintah, yang berpotensi menunda agenda pemilihan Dewan Legislatif yang semula dijadwalkan pada 7 Desember mendatang.







