Blog

Tragedi di Tengah Kemacetan Banjir Jakarta: Wafatnya Seorang Pengemudi dan Respons Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari kompas.com, Kota Jakarta kembali dirundung duka menyusul insiden tragis yang menimpa seorang warga di tengah kondisi cuaca ekstrem. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara resmi menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya seorang pengemudi mobil bernama Rohim. Insiden memilukan ini terjadi ketika korban terjebak dalam kemacetan total yang dipicu oleh banjir besar di kawasan Jalan Latumeten, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada Kamis (22/1/2026) siang.

Pernyataan Resmi Gubernur Pramono Anung

Dalam sebuah konferensi pers yang digelar pada Jumat (23/1/2026), Gubernur Pramono Anung mengungkapkan rasa duka citanya yang mendalam bagi keluarga korban. Meskipun belum sempat bertemu langsung dengan pihak keluarga, Pramono menegaskan bahwa dirinya telah mengikuti perkembangan berita ini dengan saksama sejak awal. “Terus terang saya sangat berduka. Kami sangat berduka atas kehilangan ini,” ujar Pramono di hadapan awak media.

Sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah daerah, Pramono langsung memberikan instruksi khusus kepada Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Ia meminta dinas terkait untuk melakukan pendataan menyeluruh dan menginvestigasi secara mendetail mengenai kronologi serta penyebab medis di balik meninggalnya Rohim. Berdasarkan informasi awal yang diterima pihak Balai Kota, korban mengembuskan napas terakhirnya tepat saat kendaraan yang ia kemudikan tidak dapat bergerak akibat lumpuhnya arus lalu lintas yang terendam banjir.

Kronologi Kejadian di Lapangan

Peristiwa ini bermula di tengah situasi “macet horor” yang melanda kawasan Grogol Petamburan. Rohim, yang merupakan warga Penjaringan, Jakarta Utara, saat itu sedang mengendarai mobil Daihatsu Sigra berwarna silver. Kondisi jalan yang tergenang banjir membuat kendaraan hanya bisa merayap, bahkan berhenti total di beberapa titik, termasuk di dekat perlintasan kereta api sebidang Stasiun Grogol.

Awalnya, kehadiran mobil Rohim yang berhenti di tengah jalan tidak menimbulkan kecurigaan aneh bagi petugas kepolisian yang sedang mengatur lalu lintas. Kanit Lantas Grogol Petamburan, AKP Arif Rahman Hakim, menduga bahwa mobil tersebut hanya sekadar mogok akibat terendam air, sebuah pemandangan yang lazim terjadi saat banjir Jakarta.

Namun, karena posisi mobil tersebut menghalangi kendaraan lain dan memperparah antrean kemacetan yang sudah mengular, AKP Arif berinisiatif untuk menghampiri kendaraan tersebut. Niat awalnya adalah memberikan bantuan dengan mendorong mobil ke tepi jalan agar arus lalu lintas bisa sedikit terurai.

Detik-Detik Penemuan Korban

Saat petugas mencoba mengetuk kaca dan memberikan isyarat, tidak ada respons sedikit pun dari dalam kabin. Kecurigaan petugas mulai muncul ketika menyadari bahwa mesin mobil masih dalam keadaan menyala, namun pengemudi tampak tidak bergerak. Setelah memeriksa pintu mobil yang ternyata tidak terkunci, petugas membukanya dan mendapati Rohim sudah dalam kondisi tidak bernyawa di balik kemudi.

“Saya buka pintu untuk memastikan kondisi pengemudi, ternyata yang bersangkutan sudah meninggal dunia di dalam kendaraannya,” ungkap AKP Arif saat dikonfirmasi. Kejadian ini sontak mengejutkan para petugas dan warga yang berada di lokasi banjir.

Dugaan Penyebab dan Tindak Lanjut

Berdasarkan hasil identifikasi dan pemeriksaan awal di Tempat Kejadian Perkara (TKP), pihak kepolisian tidak menemukan adanya bekas tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Mengingat situasi kemacetan yang sangat parah dan tekanan stres di jalanan yang banjir, muncul dugaan awal bahwa korban mengalami serangan jantung mendadak. Meski demikian, kepastian mengenai penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan medis lebih lanjut.

Jenazah Rohim kemudian segera dievakuasi dari lokasi kemacetan menuju Rumah Sakit Polri Kramat Jati di Jakarta Timur. Evakuasi ini dilakukan untuk keperluan autopsi atau pemeriksaan fisik lebih dalam guna memastikan penyebab pasti kematiannya, sebelum nantinya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Peristiwa ini menjadi pengingat pahit bagi masyarakat dan pemerintah akan dampak buruk kemacetan dan banjir yang tidak hanya melumpuhkan mobilitas, tetapi juga berpotensi mengancam nyawa warga yang terjebak di dalamnya. Respons cepat dari Gubernur Pramono Anung diharapkan dapat memberikan kejelasan bagi keluarga korban serta menjadi evaluasi bagi penanganan darurat banjir di masa mendatang.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version