Connect with us

Lifestyle

Toilet Emas Maurizio Cattelan Terjual Rp 202 Miliar dalam Lelang Kilat Sotheby’s

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari detikpop Dunia seni kontemporer kembali dikejutkan—atau mungkin justru dibuat termenung—oleh nasib salah satu karya paling provokatif di abad ke-21. Karya instalasi fenomenal berupa toilet emas yang berfungsi penuh ciptaan seniman “prankster” asal Italia, Maurizio Cattelan, akhirnya menemukan pemilik barunya. Namun, alih-alih memicu perang penawaran yang sengit dan dramatis selayaknya karya seni kelas dunia, nasib toilet emas ini justru terasa sedikit antiklimaks bagi sebagian pengamat pasar seni.Dalam pelelangan bertajuk “The Now & Contemporary” yang digelar oleh rumah lelang bergengsi Sotheby’s di New York pada Selasa malam (18/11), karya yang diberi judul ironis America (2016) tersebut terjual dengan harga fantastis, yakni sekitar Rp 202 miliar.

Karya ini masuk dalam kategori lot ke-9 dan dijual oleh kolektor sebelumnya, Steve Cohen, seorang miliarder pemilik tim bisbol New York Mets yang telah memiliki karya tersebut sejak membelinya dari Galeri Marian Goodman pada tahun 2017. Meskipun angka penjualan tersebut sangat mencengangkan bagi orang awam, proses lelangnya berlangsung sangat singkat. Penawaran dibuka di angka kisaran Rp 167 miliar dan langsung terjual seketika kepada penawar pertama, tanpa ada drama kenaikan harga yang berlarut-larut. Secara fisik, America adalah sebuah monumen kemewahan yang absurd. Benda ini bukan sekadar pelapis emas, melainkan dicetak dari emas padat 18 karat dengan bobot mencapai 100 kilogram. Karya ini mengandung sekitar 2.440 ons emas murni, menjadikannya salah satu perlengkapan sanitasi termahal yang pernah ada di muka bumi.

Sebelum pelelangan, Sotheby’s sempat memamerkan toilet ini di sebuah kamar mandi khusus di kantor pusat mereka di Gedung Breuer. Para pengunjung undangan diberikan kesempatan langka untuk melihatnya satu per satu, sebuah pengalaman eksklusif yang mengingatkan kembali pada masa kejayaan karya ini saat pertama kali muncul ke publik.Jika menilik ke belakang, America pertama kali mengguncang dunia seni saat dipasang di Museum Guggenheim, New York, pada tahun 2016. Kala itu, karya ini bukan sekadar pajangan statis. Cattelan merancangnya sebagai instalasi partisipatif di mana pengunjung benar-benar diizinkan—bahkan didorong—untuk menggunakannya layaknya toilet biasa. Antusiasme publik saat itu begitu meledak, dengan catatan lebih dari 100 ribu orang rela mengantre berjam-jam hanya demi merasakan sensasi “membuang hajat” di atas emas murni, sebuah simbolisasi satir tentang kesenjangan ekonomi dan ekses kapitalisme.

Namun, narasi tentang toilet emas ini tidak lengkap tanpa membahas insiden kriminal yang menyelimutinya. Perlu diketahui bahwa ada versi lain dari toilet ini yang bernasib tragis. Pada tahun 2019, saat dipamerkan di Istana Blenheim, Inggris, versi kedua dari America dicuri oleh komplotan maling. Pencurian itu menyebabkan kerusakan parah dan banjir di lokasi karena toilet tersebut dicabut paksa dari pipa saluran air. Hingga detik ini, keberadaan toilet yang dicuri tersebut masih menjadi misteri yang tak terpecahkan. Beruntung bagi Steve Cohen, unit yang ia miliki dan baru saja dilelang adalah versi pertama yang aman dari insiden tersebut.David Galperin, Kepala Seni Kontemporer di Sotheby’s, menegaskan bahwa terlepas dari segala kontroversi dan lelucon yang menyertainya, America adalah karya yang sangat penting.

Menurutnya, toilet emas ini berhasil merangkum obsesi artistik Cattelan sepanjang kariernya: mempertanyakan nilai sebuah objek, menertawakan ketidakmasukan akal (absurditas), serta melontarkan kritik tajam terhadap institusi seni dan kekayaan itu sendiri. Cattelan, yang juga terkenal karena menempelkan pisang segar ke dinding dengan lakban (karya berjudul Comedian), sekali lagi membuktikan bahwa dalam dunia seni kontemporer, batasan antara sampah, emas, lelucon, dan mahakarya sering kali sangat tipis.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *