Education

Tips Dosen FTIK USM: Ubah AI dari Sekadar Alat Copas Menjadi Teman Diskusi

Published

on

SEMARANG (usmnews) – Menghadapi tantangan Industri 4.0 dan Society 5.0, siswa sekolah menengah kejuruan dituntut untuk tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi terbaru. Menanggapi kebutuhan tersebut, tim dosen dari Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMK Negeri 8 Semarang pada Kamis (7/5/2026).

Kegiatan bertajuk “Pelatihan Pemanfaatan Generative AI Sebagai Asisten Belajar Mandiri” ini menyasar seluruh siswa kelas 11 sebagai peserta utama. Fokus utama pelatihan adalah mengubah pola pikir siswa dalam menggunakan perangkat digital, dari yang semula didominasi oleh hiburan dan media sosial, menjadi sarana belajar yang produktif dan cerdas.

Ketua Tim PkM, Rastri Prativi, M.Kom., menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari pengamatan terhadap kesenjangan literasi digital di kalangan pelajar.

“Banyak siswa sudah punya akses internet, tapi seringkali AI hanya digunakan untuk menyalin jawaban secara instan. Kami ingin mereka menggunakan Generative AI sebagai mitra diskusi untuk memahami materi pelajaran secara lebih mendalam,” ujarnya.

Berlangsung dari pukul 08.00 hingga 15.30 WIB, rangkaian acara dikemas secara interaktif melalui beberapa sesi yang saling berkesinambungan. Rastri Prativi, S.Kom, M.Kom., mengawali paparan dengan mengenalkan konsep dasar AI agar siswa memahami cara kerja teknologi ini dari sisi akademis sebelum masuk ke ranah praktis. Materi kemudian dilanjutkan oleh Bernadus Very Christioko, S.Kom., M.Kom., yang memberikan teknik memformulasi instruksi atau prompting yang tepat. Melalui teknik ini, siswa diajarkan bagaimana memerintahkan AI agar berfungsi efektif sebagai asisten belajar, mulai dari pengolahan teks, gambar, audio, hingga video.

Antusiasme semakin memuncak saat memasuki sesi implementasi dan praktik yang dipandu oleh Dr. Dewi Nurdiyah, S.Kom., M.Kom. Dalam workshop intensif tersebut, para siswa mempraktikkan langsung penggunaan AI untuk memecahkan berbagai masalah logika dan materi kejuruan yang mereka hadapi sehari-hari. Tak hanya dari sisi teknis, tim ini juga diperkuat oleh Hetty Catur Ellyawati, S.S., M.Hum., yang memberikan perspektif penting dari sisi komunikasi dan etika, memastikan siswa bijak dalam menggunakan teknologi tersebut.

Salah satu poin krusial dalam pelatihan ini adalah edukasi mengenai penggunaan AI yang bertanggung jawab. Tim dosen menekankan bahwa AI bukanlah alat untuk menggantikan proses berpikir, melainkan katalisator untuk mempermudah pemahaman mandiri di luar jam sekolah.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi praktik. Pelatihan ditutup dengan post-test untuk mengukur sejauh mana peningkatan pemahaman siswa. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan lulusan SMK Negeri 8 Semarang tidak hanya siap kerja secara manual, tetapi juga memiliki digital mindset yang kuat untuk terus belajar secara mandiri di masa depan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version