Nasional

CNG Pengganti Gas LPG Apakah Akan Efektif ??

Published

on

Semarang (usmnews.id) – Di kutip dari Tempo.id, Pada Sabtu, 2 Mei 2026 Menteri Energi Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia Mengatakan , CNG bisa menjadi pengganti LPG ongkos produksi CNG juga bisa lebih murah 30-40 persen. CNG pun telah dipakai di sejumlah hotel, restoran, dan alat transportasi.

Di balik fungsinya sebagai sumber energi, gas alam memiliki karakteristik sangat spesifik yang bergantung pada cara pengolahan dan penyimpanannya. Dua nama yang paling sering muncul di tengah masyarakat adalah Compressed Natural Gas (CNG) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG).

PERBANDINGAN CNG DAN LPG

Meski sama-sama menjadi primadona energi, CNG dan LPG memiliki karakteristik teknis yang kontras. Metana mendominasi kandungan CNG (di atas 95%) dan produsen menyimpan gas ini dalam tekanan sangat tinggi hingga melebihi 200 bar agar pengelola lebih mudah mendistribusikannya.

Sebaliknya, LPG (Liquefied Petroleum Gas) merupakan campuran propana dan butana. Teknisi memproses campuran ini hingga mencair melalui pendinginan ekstrem atau pengaturan tekanan tertentu. Perbedaan wujud ini membuat LPG lebih fleksibel untuk pengangkutan jarak jauh, sementara CNG unggul dalam nilai oktan tinggi untuk kendaraan. Memahami sifat fisik keduanya menjadi kunci dalam optimalisasi energi alternatif yang aman dan efisien di masa depan.

Indonesia mulai memanfaatkan gas alam atau gas bumi sejak 1960-an. Hingga tahun 2023, Indonesia memiliki total cadangan gas bumi sebesar 54,76 TSCF (Trillion Standard Cubic Feet). Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menunjukkan bahwa kontribusi gas bumi dalam bauran energi nasional pada 2023 mencapai sekitar 16%.

Sebaliknya, pemerintah masih mengimpor sebagian besar bahan baku elpiji. Konsumsi elpiji nasional mencapai 8,6 juta ton per tahun, sementara produksi dalam negeri hanya berkisar 1,6-1,7 juta ton. Artinya, negara harus mendatangkan sekitar 7 juta ton elpiji dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan nasional.

Rencana pemerintah mengganti elpiji dengan CNG menjadi langkah strategis untuk mengurangi impor energi. Meski demikian, pemerintah masih perlu menyelesaikan sejumlah tantangan besar dalam implementasinya.

Salah Satunya Tantang dalam hal pemerataan infrastruktur distribusi dan penyediaan tabung bertekanan tinggi menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah. Meski demikian, transisi ini tetap menjadi prioritas strategis demi mencapai kemandirian energi dan mengurangi beban fiskal akibat impor energi yang terus membengkak.

Tantangan lainnya juga datang dari pengguna kendaraan atau industri harus melakukan konversi mesin dan menyediakan ruang untuk tabung CNG yang jauh lebih tebal, berat, dan memakan tempat dibandingkan tabung gas cair biasa.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version