Sports
Tiga Kuda Hitam Peringkat Terendah yang Siap Menciptakan Kejutan di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Semarang (usmnews) – Babak 32 besar ajang bergengsi Piala Dunia 2026 kini telah resmi bergulir, membawa turnamen ini ke fase sistem gugur (knockout) yang mendebarkan. Atmosfer pertandingan di fase ini dipastikan akan terasa jauh lebih menegangkan dan intens jika dibandingkan dengan laga-laga di babak penyisihan grup. Dalam sistem gugur, setiap detik sangat berharga dan tidak ada ruang untuk kesalahan sekecil apa pun. Sebuah blunder dapat langsung menghentikan langkah sebuah tim, memaksa mereka angkat koper lebih awal tanpa adanya kesempatan kedua untuk memperbaiki posisi klasemen.
Di antara deretan negara-negara raksasa sepak bola yang berhasil lolos, terselip tiga tim kejutan yang berstatus sebagai kuda hitam dengan peringkat FIFA terendah. Meskipun berstatus underdog, mereka memiliki tekad kuat untuk menjegal langkah tim-tim unggulan.
Daftar Tim Kejutan di Babak 32 Besar
| Nama Negara | Peringkat FIFA (per 11 Juni) | Lawan di Babak 32 Besar |
| Ghana | 65 | Kolombia |
| Cape Verde | 64 | Argentina |
| Bosnia & Herzegovina | 61 | Amerika Serikat |
Berikut adalah ulasan mengenai tantangan yang akan dihadapi oleh ketiga tim kuda hitam tersebut:
1. Peluang Emas Ghana Menghadapi Kolombia
Timnas Ghana, yang saat ini menempati peringkat ke-65 dunia, bersiap menghadapi ujian berat melawan wakil Amerika Selatan, Kolombia. Pertandingan ini dipastikan tidak akan berjalan mudah bagi tim perwakilan Benua Afrika tersebut. Meskipun demikian, berhadapan dengan Kolombia dinilai sebagai sebuah peluang yang lebih realistis bagi Ghana untuk mencuri kemenangan, dibandingkan jika mereka harus langsung bertumbukan dengan negara-negara raksasa lain yang memiliki tradisi juara dan sejarah panjang yang mendominasi pentas Piala Dunia.
2. Ujian Berat Cape Verde Melawan Sang Juara Bertahan
Nasib yang jauh lebih menantang harus dihadapi oleh Cape Verde. Tim yang bertengger di peringkat ke-64 dunia ini harus berhadapan langsung dengan raksasa sepak bola sekaligus sang juara bertahan, Argentina. Laga ini akan menjadi daya tarik tersendiri, terutama untuk melihat bagaimana pendekatan taktik yang akan diterapkan oleh Cape Verde dalam meredam gempuran pemain-pemain bintang lawan. Di atas kertas, besar kemungkinan Cape Verde akan menerapkan strategi bertahan total demi menjaga kedalaman area penalti mereka, sembari sabar menunggu celah untuk melakukan serangan balik cepat (counter-attack) yang efektif.
3. Bosnia & Herzegovina di Bawah Tekanan Pendukung Tuan Rumah
Di sisi lain, Bosnia & Herzegovina yang menduduki peringkat ke-61 dunia, mendapatkan jatah untuk menantang salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026, yakni Amerika Serikat. Tantangan bagi Bosnia di pertandingan ini berlipat ganda; bukan hanya sekadar menghadapi materi pemain Amerika Serikat yang berkualitas, tetapi juga harus melawan tekanan psikologis. Skuad Amerika Serikat dipastikan akan mendapat suntikan semangat dari puluhan ribu suporter yang memadati stadion. Gemuruh pendukung tuan rumah ini jelas menjadi ujian mental yang berat bagi Bosnia, yang menuntut mereka untuk tampil dengan fokus tingkat tinggi demi menciptakan kejutan di turnamen ini.