Nasional
Teror Jalanan di Pamulang: Polisi Buru Pelaku Penyiraman Air Keras Terhadap Dua Warga Jakarta Selatan
Tanggeran Selatan (usmnews) – Dikutip dari CNN Indonesia, aksi kejahatan jalanan yang meresahkan kembali terjadi di wilayah penyangga ibu kota. Kali ini, sebuah insiden brutal menimpa dua orang warga asal Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, yang menjadi korban serangan penyiraman cairan kimia berbahaya atau air keras.
Peristiwa mengerikan ini terjadi di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan diduga dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK), meninggalkan trauma fisik dan psikologis bagi para korban serta kekhawatiran bagi masyarakat sekitar.
Kronologi Kejadian di Dini Hari
Berdasarkan keterangan resmi dari pihak kepolisian, insiden tersebut berlangsung di Jalan Aria Putra, Kelurahan Kedaung, Kecamatan Pamulang. Waktu kejadian tercatat pada Selasa dini hari, tanggal 18 November lalu. Saat itu, kedua korban sedang berkendara melintasi jalan tersebut menggunakan sepeda motor.
Situasi jalan yang mungkin lebih sepi di jam-jam kecil dimanfaatkan oleh pelaku untuk melancarkan aksinya. Tanpa peringatan atau provokasi yang jelas sebelumnya, pelaku tiba-tiba menyiramkan cairan yang diduga kuat sebagai air keras ke arah korban yang sedang melaju.
Kasie Humas Polres Tangerang Selatan, AKP Agil Sachril, dalam keterangannya pada Kamis (20/11), membenarkan kronologi dan dampak dari serangan tersebut. “Benar terdapat dua orang mengalami luka bakar diduga akibat terkena air keras,” ujar Agil.
Akibat serangan zat korosif tersebut, kedua korban menderita luka bakar di tubuh mereka dan harus segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang Selatan untuk mendapatkan perawatan medis intensif guna mencegah kerusakan jaringan kulit yang lebih parah.
Respons Cepat dan Langkah Penyelidikan Polisi
Merespons laporan tindak pidana penganiayaan berat ini, aparat kepolisian dari Polres Tangerang Selatan bergerak cepat. Agil menjelaskan bahwa jajaran Polsek Pamulang langsung diterjunkan ke lokasi kejadian sesaat setelah informasi diterima. Langkah awal yang dilakukan adalah mengamankan lokasi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mencari petunjuk fisik yang tertinggal.
Proses penyelidikan dilakukan secara komprehensif dengan menggabungkan metode konvensional dan teknis. Selain meminta keterangan dari sejumlah saksi mata yang mungkin berada di sekitar lokasi saat kejadian, polisi juga tengah menyisir dan memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sepanjang Jalan Aria Putra. Rekaman ini diharapkan dapat memberikan petunjuk visual mengenai ciri-ciri pelaku, kendaraan yang digunakan, serta rute pelarian setelah melakukan penyiraman.
Motif Masih Menjadi Misteri
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih bekerja keras melakukan serangkaian pendalaman kasus. Fokus utama penyidik adalah mengungkap identitas pelaku yang masih buron serta menggali motif di balik tindakan keji tersebut.
Belum dapat dipastikan apakah serangan ini merupakan aksi kejahatan jalanan acak (random) atau memiliki latar belakang dendam pribadi terhadap korban. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat berkendara di malam hari sementara polisi berupaya menuntaskan kasus ini.