Nasional
Tembok Bekas Bioskop Setinggi 2,5 meter di Pemalang Ambruk
Pemalang (usmnews) – Di lansir dari kompas.com Tembok pagar bekas gedung Bioskop Sultan setinggi sekitar 2,5 meter ambruk dan menimpa pengguna jalan pada Senin (16/3). Peristiwa itu terjadi di Jalan Sindoro, Kelurahan Mulyoharjo, Kabupaten Pemalang. Saat kejadian berlangsung, arus kendaraan tengah ramai sehingga sejumlah pemotor tidak sempat menghindar dari reruntuhan.
Beberapa pengendara mengalami luka-luka akibat tertimpa puing tembok. Warga segera membawa korban menuju rumah sakit agar mendapat penanganan medis. Meski menimbulkan korban luka, insiden tersebut tidak menyebabkan korban jiwa.
Rekaman kamera pengawas atau CCTV memperlihatkan detik-detik tembok roboh secara tiba-tiba. Video itu kemudian menyebar luas melalui media sosial. Dalam rekaman terlihat sejumlah pengendara melintas tepat ketika tembok runtuh sehingga mereka tidak memiliki waktu cukup untuk menyelamatkan diri.
Saksi Mendengar Suara Gemuruh Saat Tembok Roboh
Salah satu warga setempat bernama Amudi mengaku sempat mendengar suara gemuruh keras sebelum tembok runtuh. Saat itu ia sedang berada di tokonya yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Menurut Amudi, runtuhan tembok langsung menimpa beberapa pengendara motor yang melintas. Ia menyebut pengendara motor jenis Honda PCX bersama seorang ibu dan anak menjadi korban yang mengalami luka paling serius.
Kepanikan sempat terjadi setelah tembok roboh. Warga sekitar serta pengguna jalan berteriak meminta bantuan. Amudi kemudian keluar dari tokonya dan melihat puing bangunan sudah menutup sebagian jalan.
Proyek Drainase Diduga Melemahkan Struktur Tembok Setinggi 2,5 meter
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Pemalang, Joko Tri Asmoro, menyatakan pihak penyedia proyek akan bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa proyek drainase berada tepat di samping tembok lama tersebut.
Tembok sepanjang sekitar 20 meter itu merupakan bangunan tua bekas bioskop sehingga kondisinya sudah rapuh. Proses penggalian tanah untuk pemasangan gorong-gorong diduga terlalu dalam hingga menyentuh bagian fondasi tembok. Kondisi itu membuat struktur penyangga melemah lalu akhirnya runtuh.
Peristiwa tersebut kini menjadi perhatian pemerintah daerah. Selain penanganan korban, pihak terkait juga meninjau kembali proses pekerjaan proyek agar kejadian serupa tidak terulang pada masa mendatang.