Education

Ketua Komisi A DPRD Demak: Literasi Media Benteng Gen Z dari Hoaks

Published

on

DEMAK – Semangat nasionalisme harus terus dirawat dan diwujudkan dalam tindakan nyata, terutama di tengah derasnya arus informasi dan pesatnya perkembangan media sosial. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Silaturahmi, Berbagi Pengetahuan, serta Sarasehan Jurnalistik dan Literasi Media yang digelar di Aula SMK Miftahul Ulum Boarding School, Jogoloyo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, Jumat (12/6).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Komunitas Penggerak Pemberdayaan Masyarakat (KPPM) Demak bekerja sama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Demak itu diikuti sekitar 60 peserta yang terdiri atas unsur organisasi kemasyarakatan (ormas), awak media, guru, dan pelajar.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Kesbangpolinmas Kabupaten Demak Kendarsih Iriani, S.H., M.H., Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Demak Muadhom, S.Pd.I., pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Demak Burhanudin Aslam, pengurus Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Muria Raya Indra Winardi, Direktur USM TV Semarang Dr. Saiful Hadi, Ketua KPPM Demak Arifin, serta Kepala SMK Miftahul Ulum Boarding School Daimul Huda, S.Pd., M.Pd.

Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Demak Muadhom menyoroti pentingnya pendidikan wawasan kebangsaan sejak dini. Menurutnya, generasi muda, khususnya Generasi Z yang saat ini mendominasi ruang digital, perlu mendapatkan pembekalan jurnalistik dan literasi media agar mampu menghasilkan konten yang edukatif dan bertanggung jawab.

“Gen Z saat ini menguasai media sosial. Jika tidak dibekali kemampuan jurnalistik yang baik, dampaknya bisa kurang positif. Karena itu mereka perlu diajarkan cara menulis yang benar dan membuat konten yang bermanfaat. Dengan begitu, saya yakin Indonesia akan menjadi lebih baik,” ujarnya.

Ketua KPPM Demak, Arifin, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi media sekaligus memperkuat nilai-nilai kebangsaan di era digital. Menurutnya, masyarakat perlu memiliki kemampuan menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh berita bohong maupun informasi yang menyesatkan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan wawasan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih cerdas dalam menerima dan menyebarkan informasi serta memiliki kepedulian terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kendarsih Iriani menegaskan bahwa rasa cinta tanah air tidak cukup diwujudkan melalui simbol dan seremoni semata. Nasionalisme, menurutnya, harus tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari, termasuk saat berinteraksi di ruang digital.

Ia mengajak seluruh peserta untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat. Menurutnya, setiap warga negara memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas dan kondusivitas bangsa melalui penyebaran informasi yang positif dan bertanggung jawab.

“Lagu Indonesia Raya yang kita nyanyikan bersama merupakan salah satu bentuk nasionalisme. Mari kita implementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, maupun bernegara,” ujarnya.

Kendarsih juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam memanfaatkan media sosial. Perkembangan teknologi informasi, kata dia, seharusnya dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi daerah dan membangun optimisme masyarakat, bukan justru menjadi sarana penyebaran informasi yang belum tentu benar.

“Jangan menyebarkan berita hoaks atau menghakimi orang lain melalui media sosial. Hargai perbedaan yang ada, bangun solidaritas, dan perkuat fondasi organisasi agar semakin bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Selain menanamkan semangat kebangsaan, ia juga mendorong organisasi kemasyarakatan untuk terus melakukan pemberdayaan anggota. Organisasi, menurutnya, harus mampu tumbuh menjadi wadah yang mandiri, produktif, serta memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.

“Perubahan besar selalu diawali dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten. Jangan pernah lelah berusaha mewujudkan cita-cita, karena kita tidak pernah tahu rencana Allah SWT,” katanya.

Kepala SMK Miftahul Ulum Boarding School, Daimul Huda, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, sarasehan jurnalistik dan literasi media menjadi sarana penting bagi peserta didik untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, memahami etika bermedia, serta mengembangkan keterampilan komunikasi yang bertanggung jawab.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat memotivasi siswa untuk lebih aktif belajar, berani menyampaikan gagasan secara positif, serta mampu menjadi generasi yang cerdas dan bijak dalam memanfaatkan teknologi informasi,” katanya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Sarasehan Jurnalistik dan Literasi Media bertajuk “Membangun Generasi Cerdas, Kritis, dan Berintegritas.” Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai literasi media, etika jurnalistik, teknik penulisan berita, serta peran generasi muda dalam menciptakan ruang digital yang sehat dan produktif.

Narasumber yang hadir dalam sarasehan tersebut antara lain Burhanudin Aslam dari PWI Demak, Indra Winardi dari IJTI Muria Raya, dan Direktur USM TV Semarang Dr. Saiful Hadi. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan kemampuan literasi media, memahami etika jurnalistik, serta menjadi generasi yang kritis, cerdas, dan berintegritas dalam menghadapi tantangan era digital.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version