Tech
Tanpa Anda Sadari, Barang ini Terus Mengonsumsi Daya Listrik Sehingga Menyebabkan Tagihan Bulanan Anda Membengkak.

Semarang (usmnews) dikutip dari cnbcindonesia.com Sebuah kesalahpahaman umum di banyak rumah tangga adalah keyakinan bahwa menekan tombol “off” pada perangkat elektronik secara otomatis menghentikan total konsumsi listrik. Kenyataannya, banyak peralatan modern dirancang untuk tidak pernah benar-benar mati. Perangkat-perangkat ini terus-menerus menarik sejumlah kecil daya listrik, sebuah fenomena yang dikenal luas sebagai standby power atau istilah yang lebih populer, vampire load (beban vampir).
Besarnya dampak dari konsumsi tersembunyi ini sering kali diremehkan. Mengutip data dari Departemen Energi Amerika Serikat (U.S. Department of Energy/DOE), yang dilansir oleh laman Dad is FIRE pada Minggu (16/11/2025), diperkirakan sekitar 10% dari total tagihan listrik bulanan sebuah rumah tangga berasal dari perangkat yang dibiarkan terhubung dalam mode siaga (standby). Ini berarti, secara efektif, konsumen membayar untuk energi yang terbuang tanpa memberikan manfaat langsung atau fungsionalitas nyata bagi pengguna.

Lalu, mengapa perangkat-perangkat ini tetap “haus” listrik meski dalam kondisi non-aktif? Jawabannya terletak pada fitur-fitur kenyamanan modern. Banyak peralatan masa kini dilengkapi dengan komponen internal seperti jam digital, lampu indikator LED, sensor untuk menerima sinyal remote control, atau mode standby yang dirancang untuk mempercepat waktu nyala perangkat. Fitur-fitur ini memang membuat perangkat lebih responsif saat akan digunakan kembali, namun konsekuensinya adalah kebutuhan pasokan listrik yang konstan, sekalipun tombol daya utama telah dimatikan.
Meskipun daya yang digunakan dalam mode siaga terlihat sangat kecil untuk satu perangkat, dampaknya menjadi signifikan ketika diakumulasi. Berkeley Lab, dalam salah satu risetnya, menekankan bahwa jika konsumsi daya kecil ini dihitung selama 24 jam sehari, lalu dikalikan dengan puluhan perangkat yang ada di sebuah rumah, total konsumsi energinya bisa menjadi besar dan setara dengan menyalakan kipas angin atau beberapa lampu sepanjang hari.
Berdasarkan hasil pengujian konsumsi daya, ada beberapa kategori perangkat yang teridentifikasi sebagai “vampir energi” terbesar dan disarankan untuk dicabut dari stop kontak saat tidak digunakan:
Perangkat Hiburan:

Kategori ini adalah salah satu pemboros terbesar. Set-top box (decoder TV kabel atau digital) sangat boros, mengonsumsi 10 hingga 30 watt bahkan saat “mati”.
Televisi modern juga tetap menarik daya 1 hingga 5 watt, sementara sistem audio dan speaker bisa mengonsumsi 5 hingga 10 watt.
Perangkat Kantor dan Jaringan:
Router WiFi dan modem internet dirancang untuk menyala 24 jam dan mengonsumsi 5 hingga 10 watt.
Komputer desktop dan laptop, bahkan dalam mode tidur atau mati, dapat menarik daya 0,7 hingga 20 watt.
Printer dan scanner juga menyumbang 2 hingga 5 watt.
Peralatan Dapur:
Microwave, oven, dan mesin kopi yang dilengkapi jam digital atau layar LED terus menarik daya sekitar 1 hingga 5 watt hanya untuk menjaga tampilan waktu tetap aktif.
Pengisi Daya (Charger): Meskipun tampak kecil, charger ponsel dan elektronik kecil lainnya tetap menarik 0,2 hingga 2 watt saat dibiarkan tercolok tanpa perangkat.
Charger untuk kendaraan listrik (EV) atau sepeda listrik (E-bike) juga mengonsumsi 0,3 hingga 5 watt.
Perangkat Lain: AC dan air purifier juga berkontribusi, dengan konsumsi daya siaga berkisar antara 0,2 hingga 10 watt, tergantung modelnya.
Untuk mengatasi pemborosan energi yang tidak perlu ini, para pakar energi merekomendasikan beberapa strategi praktis. Langkah paling efektif adalah menggunakan power strip (terminal colokan) yang memiliki saklar on/off. Ini memungkinkan pengguna memutus aliran listrik ke beberapa perangkat sekaligus, seperti area TV atau komputer, dengan satu tombol.
Metode lain adalah memanfaatkan teknologi smart plug atau timer, yang bisa diatur untuk mematikan perangkat seperti router WiFi pada jam tidur atau mesin kopi setelah jam sarapan. Membiasakan diri mencabut charger setelah selesai digunakan juga sangat penting.
Selain itu, saat membeli perangkat baru, konsumen disarankan untuk memilih produk dengan label hemat energi yang secara spesifik mencantumkan konsumsi daya standby yang rendah. Terakhir, pastikan perangkat benar-benar dimatikan total (hard off), bukan hanya masuk ke mode siaga.
Dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan sederhana ini, rumah tangga tidak hanya dapat mengurangi pemborosan energi secara signifikan tetapi juga menekan pengeluaran tagihan listrik bulanan.







