International

Taiwan Rancang T-Dome, Pertahanan Udara Mirip Iron Dome Israel

Published

on

Jakarta, (USMNEWS),- Dikutip dari CNN Indonesia,Taiwan Ajukan Anggaran US$40 Miliar untuk Kembangkan “T-Dome” Menangkal Ancaman ChinaPemerintah Taiwan telah mengajukan tambahan anggaran pertahanan sebesar US$40 miliar selama beberapa tahun ke depan, yang difokuskan untuk mengembangkan sistem pertahanan udara terintegrasi yang diberi nama “T-Dome.” Sistem ini dirancang untuk melindungi pulau demokrasi tersebut dari potensi serangan jet tempur, rudal balistik dan jelajah, serta drone dari China, yang terus mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya.

Presiden Taiwan, Lai Ching-te, berkomitmen untuk mempercepat pembangunan T-Dome demi menciptakan “jaring pengaman” dan meredam ancaman yang semakin intensif dari People’s Liberation Army (PLA) milik China. T-Dome, yang sering dibandingkan dengan Iron Dome Israel, akan menghadapi ancaman yang jauh lebih besar dan beragam, sebagaimana dijelaskan oleh analis keamanan J. Michael Cole.

Menteri Pertahanan Taiwan, Wellington Koo, menjelaskan bahwa T-Dome akan mengintegrasikan sistem pertahanan udara eksisting, seperti Patriot buatan AS dan Sky Bow dalam negeri, dengan radar, sensor, dan teknologi canggih. Menurut pakar militer Su Tzu-yun, T-Dome akan memiliki dua komponen utama: sistem komando dan kendali untuk mengidentifikasi ancaman dan mengoordinasikan pencegat dalam hitungan detik, serta lapisan pencegat sebagai senjata untuk menembak jatuh ancaman yang datang di berbagai ketinggian.

Taiwan belajar dari konflik Ukraina tentang pentingnya sistem pertahanan udara yang mampu melindungi infrastruktur dan warga sipil. Meskipun T-Dome diharapkan dapat “menetralisir” serangan rudal mendadak dari China, termasuk ratusan rudal yang mampu ditembakkan kapal perang China dalam waktu singkat, pakar Su Tzu-yun meragukan bahwa arsitektur T-Dome secara keseluruhan akan selesai sebelum tahun 2027. Kesiapan T-Dome juga bergantung pada pengiriman senjata AS dan persetujuan anggaran oleh parlemen yang dikuasai oposisi. Drew Thompson, peneliti senior di Singapura, menambahkan bahwa kesiapan sistem juga ditentukan oleh stok amunisi cadangan dan kemampuan militer Taiwan dalam mengoperasikan sistem yang terintegrasi ini.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version