Blog

Strategi Ganda Pollux Hotels (POLI): Obligasi Rp500 Miliar untuk Refinancing Utang dan Investasi Energi Hijau

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari KOMPAS.com, Emiten properti PT Pollux Hotels Group Tbk. (POLI) resmi meluncurkan instrumen pendanaan strategis melalui penerbitan Obligasi Terkait Keberlanjutan I Pollux Hotels Group Tahun 2025. Obligasi ini diterbitkan dengan jumlah pokok mencapai Rp500 miliar, menandai langkah penting perseroan dalam memperkuat struktur permodalan dan menjalankan komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG).

Berdasarkan keterangan yang disampaikan Direktur Utama Pollux Hotels, Handoyo Setyadi, di Bursa pada Kamis (11/12/2025), mayoritas dana yang dihimpun dari surat utang ini akan dialokasikan untuk kebutuhan internal yang mendesak.

Alokasi Utama untuk Efisiensi Keuangan

Sebesar sekitar 90% dari total dana obligasi dialokasikan untuk tujuan refinancing dan modal kerja anak perusahaan. Secara rinci, prospektus perseroan menyebutkan bahwa sekitar Rp434,20 miliar akan digunakan untuk pembayaran utang perseroan kepada entitas anak, PT Cakrawala Sakti Kencana (CSK), yang dimiliki sepenuhnya oleh POLI.

Dana tersebut, setelah disalurkan ke CSK, akan digunakan oleh CSK untuk membayar pokok utang perusahaan kepada Bank Mandiri. Langkah ini merupakan upaya restrukturisasi utang (refinancing) untuk menggantikan pinjaman bank dengan bunga yang mungkin lebih tinggi dengan obligasi yang memiliki bunga tetap lebih rendah. Menurut Handoyo, langkah refinancing ini sangat krusial.

“[Refinancing] akan lebih memperkuat posisi keuangan kami, operasional kami, dan juga bisa menekan biaya juga,” jelasnya, menegaskan bahwa efisiensi biaya bunga akan berdampak positif pada bottom line perusahaan.

Selain pembayaran utang, sekitar Rp65,80 miliar dari dana obligasi juga akan dialokasikan sebagai penyertaan modal kerja kepada CSK, memastikan operasional anak perusahaan berjalan lancar pasca-restrukturisasi utang.

Komitmen Keberlanjutan Melalui Energi Surya

Sisa dana obligasi, sekitar 10% dari total penerbitan, menunjukkan komitmen POLI terhadap aspek keberlanjutan. Dana ini akan digunakan untuk menunjang rencana perseroan menggunakan tenaga surya dalam operasionalisasi lini bisnis perhotelannya.

Investasi pada panel surya (solar cell) ini bukan hanya bertujuan untuk menunjukkan tanggung jawab lingkungan, tetapi juga memiliki dasar perhitungan efisiensi bisnis yang kuat. Handoyo memprediksi bahwa penggunaan energi surya ini berpotensi menekan 20–40% dari total beban operasional perseroan selama ini, yang otomatis akan meningkatkan margin keuntungan.

Dalam periode 2025 hingga 2029, POLI memiliki rencana ambisius untuk memasang solar cell dengan total kapasitas mencapai 40 kWp. Proyek ini diproyeksikan mampu mengurangi emisi karbon perseroan hingga 184.320 kilogram CO2e. Harapan manajemen adalah agar inisiatif ini dapat menjadi contoh dan “ikon” bagi perusahaan properti dan perhotelan lain untuk ikut mengadopsi energi terbarukan.

Struktur Obligasi dan Tingkat Risiko

Obligasi ini diterbitkan dalam dua seri, menawarkan pilihan berbeda bagi investor:

  • Seri A: Menawarkan tingkat bunga tetap senilai 5,855% dengan tenor tiga tahun.
  • Seri B: Menawarkan tingkat bunga tetap senilai 6,25% dengan tenor lima tahun.

Pembayaran bunga obligasi akan dilakukan setiap tiga bulan. Obligasi ini telah memperoleh peringkat idAAA dari lembaga pemeringkat Pefindo, mengindikasikan tingkat risiko kredit yang paling rendah dan kredibilitas finansial yang kuat dari emiten. PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) bertindak sebagai penjamin pelaksana dan penjamin emisi obligasi ini.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version