Tech
Strategi Diskon Besar-Besaran Apple: iPhone Air Ludes Terjual di China Setelah Penurunan Harga 30 Persen

Semarang (usmnews) – Dikutip Merdeka.com Kebijakan harga Apple yang biasanya kaku dan jarang memberikan potongan harga drastis untuk model terbaru kini mengalami perubahan besar di pasar China. Kabar mengejutkan datang dari lini iPhone Air yang dilaporkan ludes terjual di berbagai platform e-commerce besar setelah Apple menerapkan strategi pemangkasan harga hingga lebih dari 30 persen. Langkah agresif ini diambil untuk merespons dinamika pasar yang kompetitif serta rendahnya angka penjualan awal untuk model yang mengedepankan desain ultra-tipis ini.
Menurut data yang dihimpun dari platform JD.com dan Tmall, varian iPhone Air dengan kapasitas penyimpanan 256GB telah habis diborong konsumen. Lonjakan minat ini dipicu oleh pemotongan harga langsung sebesar 2.000 Yuan (sekitar Rp4,8 juta) yang kemudian ditambah dengan subsidi dari pemerintah China, sehingga total potongan mencapai 2.500 Yuan atau setara Rp6 juta. Dengan demikian, harga perangkat yang semula dibanderol 7.999 Yuan (Rp19,3 juta) merosot menjadi 5.499 Yuan (Rp13,2 juta). Fenomena “sold out” ini bahkan menyebabkan penundaan pengiriman hingga Februari 2025 bagi konsumen yang baru melakukan pemesanan.

Keputusan Apple untuk melakukan diskon besar-besaran ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya, iPhone Air mendapatkan ulasan yang beragam karena dianggap memiliki posisi harga yang kurang kompetitif. Dengan desain fisik yang sangat ramping (ketebalan 5,6 mm dan berat 165 gram), perangkat ini harus mengorbankan beberapa fitur penting demi estetika. Kritik banyak datang terkait penggunaan kamera belakang tunggal, kapasitas baterai yang hanya 3.149 mAh, serta absennya slot kartu SIM fisik yang digantikan oleh eSIM sepenuhnya. Banyak calon pembeli sebelumnya merasa harga peluncuran terlalu mahal jika dibandingkan dengan seri Pro yang memiliki spesifikasi jauh lebih unggul.
Data riset dari IDC menunjukkan bahwa pada awal peluncurannya, penjualan iPhone Air hanya mencapai sepertiga dari target internal Apple. Hal ini memaksa perusahaan asal Cupertino tersebut untuk menyesuaikan strategi pemasaran guna menghabiskan stok dan menarik minat konsumen yang lebih luas. Terbukti, setelah harga turun menjadi lebih terjangkau, berbagai kompromi teknis pada perangkat tersebut tidak lagi menjadi penghalang bagi pembeli. Konsumen kini melihat iPhone Air sebagai opsi menarik berkat kombinasi desain premium, layar 120Hz yang mulus, dan tenaga dari chip terbaru A19 Pro dengan harga yang jauh lebih rasional. Keberhasilan penjualan ini membuktikan bahwa faktor harga tetap menjadi penentu utama bagi kesuksesan produk teknologi di pasar global yang semakin ketat.







