Nasional
Standar Internasional dan Transparansi: Visi Presiden Prabowo Memulihkan Kepercayaan Pasar Modal

Semarang (usmnews) – Dikutip dari detik.com, Kondisi pasar modal Indonesia baru-baru ini menjadi sorotan utama setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat. Dalam periode yang cukup menegangkan pekan lalu, lantai bursa sempat diguncang koreksi tajam yang memicu diberlakukannya penghentian perdagangan sementara (trading halt) sebanyak dua kali berturut-turut. Menanggapi situasi yang “babak belur” ini, Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan strategis yang berfokus pada reformasi jangka panjang.
Perhatian Serius Presiden pada Stabilitas Bursa
Gejolak di pasar modal tidak luput dari perhatian Presiden Prabowo. Rosan Roeslani, yang kini menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) Danantara, mengungkapkan bahwa Presiden secara aktif memantau situasi tersebut. Presiden Prabowo secara khusus meminta penjelasan komprehensif mengenai perkembangan pasar modal kepada tim ekonominya, termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Dalam pertemuan tersebut, para pejabat terkait memaparkan langkah-langkah mitigasi dan upaya strategis untuk tidak hanya merespons sentimen negatif dari indeks global seperti MSCI (Morgan Stanley Capital International), tetapi juga memperbaiki struktur pasar modal Indonesia secara fundamental.

Fokus pada Transparansi dan Standar Global
Rosan Roeslani, saat memberikan keterangan di Gedung DPR RI pada Rabu, 4 Februari 2026, menekankan bahwa arahan utama Presiden Prabowo adalah mentransformasi bursa Indonesia agar sejajar dengan standar internasional tertinggi. Presiden menegaskan bahwa keberlangsungan pasar modal sangat bergantung pada tingkat kepercayaan investor, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.
“Arahannya adalah bursa kita ini harus mengikuti standar internasional yang paling tinggi,” ujar Rosan. Pesan ini menyiratkan bahwa pemulihan indeks tidak bisa dilakukan dengan langkah instan semata, melainkan melalui penguatan sistem yang lebih transparan dan akuntabel. Transparansi dinilai sebagai faktor krusial karena merupakan fondasi utama dalam membangun confidence atau kepercayaan pelaku pasar.
Dampak Jangka Panjang bagi Investasi
Pemerintah meyakini bahwa dengan menerapkan tata kelola bursa yang sesuai dengan standar dunia, Indonesia akan memiliki daya tarik yang lebih kuat bagi aliran modal masuk. Rosan menjelaskan bahwa kestabilan di pasar modal memiliki efek domino terhadap iklim investasi secara keseluruhan. Pasar modal yang sehat dan kredibel bukan hanya tentang pergerakan angka di layar bursa, tetapi juga merupakan cerminan kesehatan ekonomi yang dapat menarik investasi jangka panjang di sektor-sektor produktif lainnya.

Reformasi ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi para investor bahwa pasar modal Indonesia adalah tempat yang aman dan adil untuk menanamkan modal. Dengan sistem yang transparan, risiko-risiko yang tidak perlu dapat diminimalisir, sehingga bursa saham nasional tidak lagi rentan terhadap volatilitas ekstrem yang dipicu oleh sentimen sesaat atau kurangnya integritas pasar.
Kesimpulan
Melalui koordinasi antara Danantara, Kementerian Koordinator Perekonomian, dan Kementerian Keuangan, pemerintah berkomitmen untuk menjalankan mandat Presiden Prabowo dalam membenahi bursa. Fokus ke depan tidak hanya terbatas pada pemulihan IHSG ke zona hijau, tetapi juga memastikan bahwa Bursa Efek Indonesia menjadi pasar modal yang kompetitif, transparan, dan mampu menjadi pilar penyokong bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.






