Business

Sinergi Pertamina dan SERUNI KMP: Menghadirkan Peradaban Baru Melalui Air Bersih di Merauke

Published

on

Semarang (usmnews) – dikutip dari Detik.com Sebuah langkah nyata dalam upaya pemerataan akses kebutuhan dasar di wilayah timur Indonesia kembali terwujud. PT Pertamina (Persero), melalui lini bisnis Subholding Commercial & Trading PT Pertamina Patra Niaga, menjalin kolaborasi strategis bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta organisasi Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (SERUNI) Kabinet Merah Putih (KMP). Sinergi lintas sektor ini difokuskan pada penyediaan fasilitas air bersih yang layak bagi masyarakat Kampung Tambat, Merauke, Provinsi Papua Selatan.


​Program ini bukan sekadar bantuan infrastruktur, melainkan sebuah solusi vital bagi 699 jiwa warga setempat yang selama ini menghadapi tantangan berat dalam mendapatkan air bersih. Inisiatif ini menegaskan komitmen perusahaan dan pemerintah dalam meningkatkan standar kualitas hidup serta kesehatan masyarakat di daerah terpencil.


​Tantangan Menahun Masyarakat Kampung Tambat
Sebelum program ini berjalan, kondisi sanitasi dan akses air di Kampung Tambat cukup memprihatinkan. Kepala Kampung Tambat, Samuel Heremba, menuturkan bahwa selama bertahun-tahun warganya sangat bergantung pada air tadah hujan untuk konsumsi sehari-hari. Meskipun terdapat sumur manual, kualitas air yang dihasilkan jauh dari kata layak karena mengandung belerang yang cukup pekat, sehingga tidak aman untuk kesehatan kulit maupun dikonsumsi. Situasi akan memburuk ketika musim kemarau tiba, di mana krisis air bersih menjadi ancaman rutin bagi warga.


​Kehadiran program ini disambut dengan antusiasme tinggi.

Samuel mengungkapkan rasa terima kasihnya yang mendalam karena infrastruktur ini telah memberikan dampak instan. Bahkan sebelum peresmian seremonial dilakukan, warga sudah mulai memanfaatkan fasilitas tersebut karena desakan kebutuhan. Kini, kekhawatiran akan air berbelerang dan kekeringan saat kemarau dapat teratasi dengan adanya sistem penampungan dan filtrasi yang memadai.


​Detail Infrastruktur dan Revitalisasi Teknis
Ispiani Abbas, selaku Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Papua Maluku PT Pertamina Patra Niaga, menjabarkan bahwa program ini dilaksanakan dengan pendekatan teknis yang menyeluruh di beberapa lokasi strategis. Pembangunan Sumur Air Bersih baru dipusatkan di dua titik fasilitas umum vital, yaitu di SD Inpres Tambat dan Posyandu Tambat. Konstruksi sumur ini mencakup instalasi lengkap yang modern, mulai dari pemasangan mesin pompa, pembangunan bak penampungan (reservoir), pendirian menara air dan toren, hingga pemasangan plat aerasi untuk meningkatkan kualitas oksigen dalam air. Selain itu, instalasi kelistrikan dan pemipaan hingga ke keran air juga disiapkan secara matang.

Tidak hanya membangun yang baru, tim juga melakukan revitalisasi total terhadap dua reservoir eksisting yang terletak di Gereja Tambat dan Balai Kampung Tambat. Proses perbaikan ini meliputi pengecatan ulang, penggantian atap pelindung, pengeboran titik sumber air baru, serta penambahan sistem filterisasi air untuk menjamin kebersihan. Jaringan pipa sambungan rumah (SR) juga diperluas hingga menjangkau sekitar 20 titik perumahan di masing-masing lokasi revitalisasi. Ispiani menegaskan bahwa seluruh fasilitas ini telah lolos uji coba teknis dan siap beroperasi penuh untuk melayani masyarakat.


​Pendekatan Humanis dan Dukungan Visi Nasional
Apresiasi tinggi datang dari Sri Suparni Bahlil, perwakilan SERUNI KMP sekaligus Ketua Bidang IV organisasi tersebut. Ia memuji langkah Pertamina Patra Niaga yang dinilai melampaui tanggung jawab korporasi biasa. Menurutnya, pendekatan yang dilakukan sangat humanis karena menyentuh langsung denyut nadi permasalahan warga. “Informasi mengenai kesulitan warga Kampung Tambat saat kemarau menjadi perhatian kami. Harapannya, sumur ini memutus ketergantungan warga pada air hujan yang tidak menentu,” ujarnya.


​Dari sisi strategis korporasi, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menjelaskan bahwa penyediaan air bersih dan sanitasi adalah pilar utama dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina Group. Program ini dirancang untuk selaras dengan visi besar pemerintah, khususnya Asta Cita ke-4 Pemerintahan Prabowo-Gibran.


​Visi tersebut menitikberatkan pada penguatan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), sains, teknologi, dan kesehatan. Baron menekankan bahwa ketersediaan air bersih adalah fondasi dasar kesehatan masyarakat. Dengan kesehatan yang terjamin, kualitas SDM akan meningkat, yang pada akhirnya akan memperkuat ketahanan bangsa menuju visi Indonesia Emas 2045.


​Acara peresmian infrastruktur ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Liza Thohir (Ketua Bidang I SERUNI KMP) dan Ernawati Trenggono (Wakil Ketua SERUNI KMP), yang menandakan kuatnya dukungan berbagai pihak terhadap pembangunan berkelanjutan di wilayah Papua Selatan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version