USM News
SDN Rejosari 01 Peringati Hari Anak Nasional Lewat Permainan Tradisional
Semarang (usmnews) – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Rejosari 01 menggelar perayaan seru dalam rangka memeriahkan Hari Anak Nasional ke-46. Pihak sekolah mengajak seluruh siswa mengenal permainan tradisional secara langsung di halaman sekolah.
Kegiatan mengasyikkan ini bertujuan untuk mengajak anak-anak bergerak aktif sekaligus melepas ketergantungan pada gawai. Oleh sebab itu, program ini menjadi sarana efektif agar anak-anak dapat mengenal permainan tradisional warisan leluhur.
Melalui acara ini, para guru ingin menghadirkan kembali keceriaan masa kecil yang autentik dan penuh kebersamaan. Dengan demikian, anak-anak dapat mengenal permainan tradisional sembari meningkatkan kebugaran fisik mereka.
Tema Hari Anak Nasional SDN Rejosari 01 Mendorong Kesehatan Raga dan Kebahagiaan
Pihak sekolah mengusung tema khusus yang sangat relevan dengan kebutuhan tumbuh kembang peserta didik saat ini. Kepala Sekolah SD N Rejosari 01 Budi mengungkapkan alasan mendasar di balik pemilihan tema perayaan tersebut.
“Baik, untuk kegiatan peringatan hari anak nasional yang ke-46, sekolah kami SD Negeri Rejosari 01 mengusung tema sehat raganya, bahagia masa kecilnya,” tutur Budi.
Beliau menambahkan bahwa sekolah ingin membangun jiwa dan raga siswa agar menjadi lebih sehat dan bugar. Budi menegaskan, “Harapan kami anak kami bahagia, bahagia masa kecilnya dan menikmati masa kecilnya dengan permainan-permainan tradisional.”
Ragam Olahraga Tradisional Mengalihkan Siswa dari Ketergantungan Gawai
Para siswa menyambut perayaan ini dengan antusiasme tinggi saat mencoba berbagai jenis wahana permainan di lokasi. Di samping itu, area sekolah memfasilitasi ragam permainan menarik seperti egrang, dakon, lompat tali, hingga bakiak.
Guru SDN Rejosari 01 Zulaicha menjelaskan bahwa lapangan sekolah serta area aula menjadi tempat bermain siswa. “Ada bakia, kemudian ada engklek, lalu ada ular tangga juga di aula. Kemudian banyak sekali sih mbak mainannya yang ada di sini. Membuat anak-anak senang, gembira, menyenangkan juga sih,” jelas Zulaicha.
Selanjutnya, langkah ini menjadi solusi ampuh untuk membatasi interaksi anak terhadap perangkat gawai elektronik secara berlebihan. Kebanyakan anak-anak masa kini memang menghabiskan waktu harian mereka hanya untuk melihat layar gawai pintar.
Harapan Masa Depan untuk Tumbuh Kembang Anak yang Ceria
Pihak pendidik merasa optimis bahwa stimulus permainan kelompok ini mampu mengasah kecerdasan sosial para peserta didik. Maka dari itu, interaksi fisik antar teman sebaya menjadi kunci penting membangun karakter anak yang sehat.
Zulaicha berharap momen berharga ini memberikan kenangan manis yang berkesan bagi masa kecil seluruh siswa. “Semoga dengan adanya kegiatan ini, anak-anak semakin tambah senang, ceria, kemudian juga mengenal permainan tradisional juga,” ungkapnya.
Alhasil, perayaan Hari Anak Nasional di sekolah ini sukses menciptakan suasana belajar yang ramah dan gembira. Akhirnya, para siswa pulang membawa kebahagiaan serta semangat baru untuk terus bergerak aktif setiap hari.